Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    CONNECTING TRANSMISSION...
    Home Bali Berita Featured Kasus Spesial

    Dengan Suara Bergetar, Senator Bali Pasang Badan untuk Keluarga Korban Pengeroyokan Tabanan: Itu Bukan Dharma - Viva

    5 min read

     

    CCTV pengeroyokan terhadap pria di Tabanan, Bali oleh warga usai dituding mencuri ayam

    Minggu, 26 Juli 2026 - 21:29 WIB

    VIVA – Seorang pria berinisial KD tewas akibat dikeroyok oleh warga setelah dituding mencuri seekor ayam.

    Baca Juga

    Kejadian ini terjadi di wilayah Banjar Dinas Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali pada Jumat, (24/7/2026) dini hari.

    Hingga saat ini, Polda Bali masih terus menyelidiki kasus tewasnya pria yang diduga menjadi korban aksi main hakim sendiri.

    Baca Juga

    Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Ariasandy mengatakan Polres Tabanan masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap secara utuh kronologi maupun pihak-pihak yang diduga terlibat.

    Penyidik telah melakukan olah TKP dengan mengumpulkan barang bukti serta memeriksa sejumlah saksi yang berada di lokasi kejadian. 

    Baca Juga

    “Penyidik juga telah memeriksa sejumlah saksi yang berada di lokasi kejadian dan proses pemeriksaan masih terus berlangsung untuk mengidentifikasi seluruh pihak yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut,” ungkap Kombes Pol Ariasandy saat dikonfirmasi, Minggu (26/7/2026).

    Mengetahui peristiwa ini, seorang senator Bali, Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna pasang badan untuk keluarga korban.

    Senator Bali Pasang Badan untuk Keluarga Korban

    Anggota DPD RI, I Gusti Ngurah Arya Wedakarna

    Photo :

    • Instagram @aryawedakarna

    Seorang anggota DPD RI, Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna mengecam keras kepada para pelaku main hakim sendiri di Tabanan, Bali hingga menewaskan korban.

    Ia mengungkapkan insiden tragis ini dapat dijadikan pelajaran bagi warga Bali untuk tidak berperilaku keji terhadap sesama saudara.

    “Ini pelajaran ya untuk orang-orang Bali, semeton (saudara) Bali yang selama ini pragat wanen (terlalu nekat) dengan semeton sendiri,” ungkap Arya Wedakarna pada akun TikTok @aryawedakarnasuyasa.

    “Ada tragedi kemanusiaan. Itu bukan Hindu, itu bukan Dharma, menyeret orang, membunuh orang hanya gara-gara seorang ayah yang kelaparan karena ada anak yang menunggu. Si anak di rumah yang menunggu diberikan uang atau dibelanjakan,” sambungnya dengan suara bergetar.

    Oleh karena itu, ia memastikan supaya para pelaku mendapatkan hukuman setimpal dengan pasal berlapis.

    “Saya akan pastikan, DPD RI pastikan bahwa mereka para pelaku itu akan busuk dipenjara, kita akan gunakan pasal berlapis,” tegasnya.

    Selain itu, ia menjanjikan akan menanggung seluruh biaya pendidikan anak-anak korban hingga lulus sarjana.

    “Kepada adik-adik, keluarga ya anak-anak semuanya. Nanti Ajik akan tanggung biaya sekolah kamu sampai sarjana. Sabar ya,” kata Arya.

    (kmr)

    Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Ariasandy

    Kasus Pengeroyokan Pria Hingga Tewas di Bali Buntut Maling Ayam, Polisi Dalami Peran Sejumlah Orang dari CCTV

    Polda Bali terus mengusut kasus tewasnya seorang pria berinisial KD yang diduga menjadi korban aksi main hakim sendiri setelah dituduh mencuri ayam di Bali.

    img_title

    VIVA.co.id

    26 Juli 2026

    Komentar
    Additional JS