Geger Virus Nipah, Peneliti BRIN Ungkap Cara Penularan ke Manusia - detik
Beberapa waktu belakangan, isu mengenai virus Nipah yang mewabah di India tengah menjadi perhatian global. Menyikapi hal tersebut, Peneliti Ahli Utama Virologi sekaligus Kepala Organisasi Riset Kesehatan, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Niluh Putu Indi Dharmayanti menjelaskan virus Nipah (Nipah virus/NiV) merupakan penyakit zoonotik yang perlu dipahami secara tepat berdasarkan kajian ilmiah, mengingat karakteristiknya yang serius dan berpotensi menimbulkan wabah apabila tidak diantisipasi dengan baik.
Indi mengatakan, virus Nipah perlu diwaspadai lantaran memiliki tingkat kematian yang tinggi dan berpotensi memicu wabah. Meski hingga kini belum ditemukan kasus pada manusia di Indonesia, berbagai bukti ilmiah menunjukkan bahwa virus ini telah bersirkulasi di alam.
"Nipah virus memiliki dampak serius terhadap kesehatan masyarakat, kesehatan hewan, serta aspek sosial dan ekonomi," jelasnya, dikutip dari keterangan resmi, Minggu (1/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Indi mengungkapkan, virus Nipah pertama kali diidentifikasi pada wabah di Malaysia pada 1998 dan sejak itu menimbulkan kejadian berulang di sejumlah negara Asia Selatan dan Asia Tenggara.
Cara Penularan Virus Nipah ke Manusia
Nipah virus termasuk genus Henipavirus dengan reservoir alami berupa kelelawar buah dari famili Pteropodidae, khususnya genus Pteropus. Kelelawar ini dapat membawa virus tanpa menunjukkan gejala sakit, namun berpotensi menularkannya ke hewan lain maupun manusia.
Menurut Indi, penularan virus Nipah ke manusia dapat terjadi melalui beberapa jalur, antara lain kontak langsung dengan hewan terinfeksi seperti babi, konsumsi makanan yang terkontaminasi, serta penularan antarmanusia.