0
News
    Home Bencana Featured Gempa Gempa Bumi Lintas Peristiwa Pacitan Spesial

    Gempa M 6,4 Guncang Pacitan, Teras Rumah dan 2 Dapur Warga Ambruk - Kompas

    6 min read

     

    Gempa M 6,4 Guncang Pacitan, Teras Rumah dan 2 Dapur Warga Ambruk

    PACITAN, KOMPAS.com - Gempa bumi bermagnitudo 6,4 yang mengguncang Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, menyebabkan sejumlah bangunan warga mengalami kerusakan.

    Sedikitnya satu teras rumah dan dua dapur milik warga dilaporkan ambruk akibat kuatnya guncangan, Jumat (06/02/2026)

    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

    Salah satu bangunan yang rusak adalah rumah milik Sumarno, warga Kelurahan Ploso, Kecamatan Pacitan.

    Teras rumahnya ambruk sesaat setelah gempa terjadi. Puing-puing bangunan berupa dinding dan tiang penyangga runtuh dan menutup bagian depan rumah.

    Puluhan Duta Besar Asing Saksikan Langsung Dampak Serangan Rusia ke Pembangkit Listrik Kyiv

    Baca juga: Viral Video Kereta Berhenti Saat Gempa di Yogyakarta, KAI Pastikan Tak Ada Anjlok

    Pemilik rumah menjelaskan, saat gempa terjadi dirinya bersama anggota keluarga sedang tertidur pulas.

    Mereka terbangun setelah merasakan guncangan kuat dan langsung berlari keluar rumah untuk menyelamatkan diri.

    “Saya sedang tidur bersama keluarga, tiba-tiba terasa guncangan cukup keras. Kami langsung keluar rumah. Tidak lama kemudian teras rumah ambruk,” terang pemilik rumah Sumarno di depan rumahnya, Jumat (06/02/2026).

    Baca juga: Gempa Pacitan Terasa hingga Yogyakarta, Warga: Gemetar Sampai Lemas

    Beruntung, ambruknya teras rumah tersebut tidak sampai menimpa penghuni rumah sehingga tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

    Selain rumah Sumarno, gempa juga menyebabkan atap dapur milik Juminto, warga Kelurahan Ploso Pacitan ambruk.

    Kerusakan serupa juga terjadi di dapur milik Agus Susanto, warga Kelurahan Pacitan.

    Baca juga: Diterjang Hujan dan Angin Kencang, Rumah dan Madrasah di Ciomas Bogor Rusak

    Bangunan dapur yang berada di bagian belakang rumah tersebut roboh rata dengan tanah, dengan dinding dan atap menimpa sejumlah perabot rumah tangga.

    Agus Susanto menuturkan, saat kejadian dirinya berada seorang diri di dalam rumah usai melakukan ronda jaga lingkungan.

    Ia sempat keluar rumah ketika merasakan guncangan gempa.

    “Saya habis ronda dan masuk rumah. Tiba-tiba gempa, saya langsung keluar. Dapur di belakang rumah ambruk semua,” terang Susanto.

    Baca juga: Kulon Progo Diguncang Gempa Dini Hari, Warga: Tiba-tiba Merasa Pusing

    Usai gempa utama bermagnitudo 6,4, wilayah Pacitan juga sempat diguncang gempa susulan sebanyak tujuh kali dengan magnitudo kecil, rata-rata berkisar antara 2,2 hingga 2,3.

    Meski tidak menimbulkan kerusakan tambahan, gempa susulan tersebut sempat membuat warga panik dan memilih bertahan di luar rumah.

    Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan masih melakukan pendataan dampak kerusakan akibat gempa tersebut.

    Baca juga: Angin Kencang Rusak Puluhan Rumah, Akses Kabupaten Semarang–Salatiga Sempat Tertutup

    Hingga saat ini, kerusakan sementara yang tercatat meliputi satu teras rumah dan dua dapur milik warga.

    “Kami masih melakukan pendataan di lapangan untuk memastikan jumlah kerusakan akibat gempa. Sejauh ini tidak ada laporan korban jiwa,” kata petugas BPBD Pacitan.

    BPBD mengimbau warga tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan dan segera melaporkan apabila menemukan kerusakan bangunan lain yang membahayakan keselamatan.

    KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

    Komentar
    Additional JS