0
News
    Home Berita Featured Gentengisasi Prabowo Subianto Spesial

    Gubernur Maluku Utara Sherly Laos Dukung Program Gentengisasi Presiden Prabowo - Tribunnews

    6 min read

     

    Gubernur Maluku Utara Sherly Laos Dukung Program Gentengisasi Presiden Prabowo


    Menindaklanjuti instruksi gentengisasi Presiden, Gubernur Maluku Utara Sherly Laos langsung meminta Dinas PUPR melakukan kajian teknis menyeluruh

    Gubernur Maluku Utara Sherly Laos Dukung Program Gentengisasi Presiden Prabowo
    Ringkasan Berita:1. Gubernur Maluku Utara Sherly Laos menyatakan dukungan penuh terhadap gagasan Presiden RI Prabowo Subianto terkait gerakan nasional penggantian atap rumah dari seng ke genteng
    2. Presiden menekankan bahwa gerakan gentengisasi bukan sekadar mengganti material bangunan
    3. Tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperindah wajah permukiman Indonesia

    TRIBUNTERNATE.COM, SOFIFI - Gubernur Maluku Utara Sherly Laos menyatakan dukungan penuh terhadap gagasan Presiden RI Prabowo Subianto terkait gerakan nasional penggantian atap rumah dari seng ke genteng berbahan tanah liat, atau yang dikenal dengan program gentengisasi.

    Program tersebut disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo di hadapan para kepala daerah serta unsur Forkopimda se-Indonesia dalam pertemuan nasional di kawasan Sentul, Bogor, Senin (2/2/2026).

    Dalam arahannya, Presiden menekankan bahwa gerakan gentengisasi bukan sekadar mengganti material bangunan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperindah wajah permukiman Indonesia, sekaligus mendorong terciptanya hunian yang lebih sehat dan ramah lingkungan.

    Menindaklanjuti instruksi tersebut, Sherly Laos langsung meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Maluku Utara melakukan kajian teknis menyeluruh, mulai dari perhitungan rencana anggaran biaya (RAB), metode pelaksanaan, hingga kesiapan material lokal.

    Baca juga: Menakar Standar Ideal Tata Kelola Lingkungan di Industri Pertambangan

    "Saya sudah menugaskan Dinas PU untuk menghitung RAB dan metode pelaksanaan program gentengisasi."

    "Karena saat ini kita juga memiliki program rumah tidak layak huni, maka perlu dilihat apakah secara biaya memungkinkan untuk diterapkan, "ujar Sherly usai meresmikan sarana dan prasarana pendidikan di SMA Negeri 5 Ternate, Kamis (5/2/2026) kemarin.

    Menurutnya, penggunaan genteng tanah liat memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan atap seng, terutama dalam menjaga suhu rumah agar tidak terlalu panas. Selain itu, genteng berbahan alami dinilai lebih ramah lingkungan.

    Tak hanya itu, genteng tanah liat juga dianggap lebih tahan lama serta minim risiko karat, sehingga dapat menekan biaya perawatan rumah dalam jangka panjang.

    Namun demikian, keputusan penerapan program gentengisasi di Maluku Utara akan sangat bergantung pada hasil kajian teknis yang kini tengah disusun Dinas PUPR.

    "Kita harus lihat apakah materialnya tersedia, apakah metode, teknologi, dan alat pendukungnya siap."

    Baca juga: Waw! 183 Warga Ternate Utara Diduga Jadi Korban Penipuan Berkedok Investasi

    "Kalau semuanya memungkinkan, tentu kita akan melaksanakan sesuai arahan Pak Presiden, "tegasnya.

    Karena itu ia berharap program gentengisasi ini dapat terintegrasi dengan skema bantuan rumah tidak layak huni yang selama ini berjalan, sehingga mampu meningkatkan kualitas hunian masyarakat secara lebih merata.

    "Jika seluruh aspek teknis dan anggaran dinyatakan siap, Maluku Utara berpeluang menjadi salah satu daerah di kawasan timur Indonesia yang lebih awal merealisasikan kebijakan nasional tersebut, "tandasnya. (*)


    Komentar
    Additional JS