Heboh! Dokumen Epstein Ungkap Kiswah Ka'bah Dikirim ke AS - detik
Heboh! Dokumen Epstein Ungkap Kiswah Ka'bah Dikirim ke AS
Adi Fida Rahman - detikInet
Heboh! Dokumen Epstein Ungkap Kiswah Ka'bah Dikirim ke AS. Foto: ANTARA FOTO/ahmad faisal
Dokumen terbaru terkait kasus Jeffrey Epstein kembali menggemparkan publik dunia. Kali ini, sorotan datang dari dugaan pengiriman potongan Kiswah, kain penutup Ka'bah di Masjidil Haram, ke Amerika Serikat pada 2017.
Fakta tersebut muncul dari korespondensi email yang termasuk dalam berkas Departemen Kehakiman AS (DOJ) dan dilaporkan oleh Middle East Eye, Senin (2/2/2026). Dalam rangkaian email yang beredar, disebutkan tiga potong Kiswah dikirim melalui perantara di Uni Emirat Arab.
Salah satu email bertanggal 22 Maret 2017, yang dikaitkan dengan Aziza Al-Ahmadi (CEO of Boss Bunny Game berbasis di UEA), menegaskan nilai religius kain tersebut. Ia menulis bahwa kain hitam itu telah disentuh jutaan Muslim yang mengelilingi Ka'bah sambil membawa doa, harap, dan air mata.
Rantai Pengiriman hingga ke Karibia
Dokumen juga memuat alur logistik yang melibatkan beberapa nama: Abdullah Al-Maari (koordinator dari sisi Arab Saudi), Daphne Wallace (asosiasi Epstein yang mengatur pengiriman), serta Chalmer Stauffer (mengurus bea cukai dan transportasi). Barang dikirim dari Saudi ke Miami, lalu diteruskan ke kediaman Epstein di St. Thomas melalui perusahaan LSJE LLC.
Pada invoice, barang tercantum sebagai "KISWA - INNER" dan "KISWA - OUTER", serta diklasifikasikan sebagai "artwork from Saudi Arabia" untuk keperluan pengiriman lintas negara. Detail ini memperkuat dugaan bahwa potongan Kiswah tersebut benar-benar diperlakukan sebagai artefak seni dalam dokumen logistik.
Mengapa Kiswah Sangat Sensitif?
Kiswah adalah kain hitam bersulam kaligrafi emas yang menutupi Ka'bah dan diganti setiap tahun setelah musim haji. Potongan dari Kiswah lama biasanya dibersihkan, dipotong, lalu diberikan sebagai cenderamata resmi kepada tamu negara, pemimpin Muslim, atau museum. Namun, fakta bahwa artefak sakral itu sampai ke tangan Epstein yang telah tercatat sebagai pelaku kejahatan seksual, memicu pertanyaan besar tentang mekanisme, motif, dan jalur distribusinya.
Kasus ini viral di media sosial, terutama di X. Banyak warganet Muslim menyatakan kekecewaan dan kemarahan.
Di sisi lain, sebagian pihak mengingatkan bahwa Kiswah bukan objek ibadah dalam Islam, melainkan kain penutup Ka'bah yang secara hukum bisa dialihkan setelah masa pakainya berakhir-meski tetap sarat makna religius.
"Apa gunanya ngasih kiswah ke orang yang bahkan gak tau itu fungsinya apaan. jutaan umat muslim pengin lihat ka'bah, ini malah dijadiin karpet by someone who has committed crimes against children," kata @klystagram.
"Sebetulnya ga masalah kalau dia menerima kiswah. Tapi digunakan untuk apa kiswah itu; itulah yang jadi pertanyaan. Jangan sampai dia menggunakan kiswah dengan cara yang tidak baik dan tidak ada penghormatan, karena bagaimanapun juga kiswah adalah bagian dari Ka'bah yang jadi simbol sakral umat Muslim.." kata @crayinshinchun.
"It's just kiswah, kain penutup ka'bah aja. Ga spesial, ga wah juga. Kain biasa aja," ujar @masreyhaan.
"Kita umat Muslim beribadah ke Baitullah benar² mengharapkan Ridha Allah Ta'ala. Kiswah hanyalah penutup Ka'bah, sama sekali gk penting setelah dipakai mau dikemanakan, gk mengurangi kesakralan Ka'bah," tutur @fikrabaskoro_13.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari otoritas pengelola Masjidil Haram maupun pemerintah Arab Saudi terkait dugaan pengiriman tersebut. Sementara itu, DOJ masih merilis berkas Epstein secara bertahap, membuka kembali jejaring luas sang terpidana dengan berbagai tokoh dan wilayah.

