Hubble Temukan Cakram Raksasa Aneh, 40 Kali Lebih Besar dari Tata Surya - Kompas
Hubble Temukan Cakram Raksasa Aneh, 40 Kali Lebih Besar dari Tata Surya
KOMPAS.com - Para astronom yang bekerja dengan Teleskop Luar Angkasa Hubble milik NASA kembali membuat kejutan. Untuk pertama kalinya, Hubble berhasil mengamati dalam cahaya tampak cakram protoplanet raksasa—cakram gas dan debu tempat planet terbentuk—dengan ukuran dan struktur yang belum pernah terlihat sebelumnya.
Cakram ini bukan hanya sangat besar, tetapi juga kacau dan tidak beraturan, jauh dari gambaran “piringan rapi” yang selama ini sering diasumsikan para ilmuwan. Temuan ini dipublikasikan dalam jurnal ilmiah The Astrophysical Journal dan membuka jendela baru untuk memahami bagaimana planet bisa terbentuk dalam kondisi ekstrem.
Cakram Pembentuk Planet Terbesar yang Pernah Diamati
Objek ini bernama IRAS 23077+6707, berjarak sekitar 1.000 tahun cahaya dari Bumi. Para peneliti menjulukinya “Dracula’s Chivito”, nama unik yang terinspirasi dari latar belakang budaya tim peneliti—Transylvania dan Uruguay—serta bentuk cakram yang jika dilihat dari samping menyerupai burger berlapis.
Ukuran cakram ini sungguh mencengangkan. Diameternya mencapai sekitar 400 miliar mil, atau 40 kali lebih lebar dari Tata Surya kita hingga ke Sabuk Kuiper, wilayah yang dipenuhi benda-benda es di tepi Tata Surya. Saking besar dan padatnya, cakram ini sepenuhnya menutupi bintang muda di pusatnya, yang diduga merupakan satu bintang masif panas atau sepasang bintang yang saling berdekatan.
Baca juga: Potret Terbaru Hubble Ungkap Keindahan Galaksi Langka NGC 7722
Tampak Kacau dan Penuh Gejolak
Pengamatan Hubble menunjukkan bahwa cakram ini terlihat hampir tepat dari samping (edge-on). Dari sudut pandang ini, struktur bagian atas dan bawah cakram tampak seperti lapisan-lapisan kabut bercahaya yang menjulang tinggi—jauh lebih tinggi dibandingkan cakram protoplanet lain yang pernah diamati.
“Detail yang kami lihat sangat jarang ditemukan dalam pencitraan cakram protoplanet,” ujar Kristina Monsch, penulis utama studi dari Center for Astrophysics, Harvard & Smithsonian. Menurutnya, gambar-gambar baru ini menunjukkan bahwa “tempat kelahiran planet bisa jauh lebih aktif dan kacau daripada yang selama ini kita perkirakan.”
Baik Hubble maupun James Webb Space Telescope memang pernah melihat struktur serupa pada sistem lain. Namun, IRAS 23077+6707 memberikan sudut pandang istimewa karena memungkinkan para astronom melacak sub-struktur cakram secara detail dalam cahaya tampak, sesuatu yang sangat jarang terjadi.
Baca juga: Teleskop James Webb Ungkap Kelahiran Planet Baru di Bintang Kupu-Kupu
Misteri Ketidaksimetrisan yang Membingungkan
Keanehan cakram ini tidak berhenti pada ukurannya. Hubble juga mengungkap struktur yang sangat tidak simetris. Di satu sisi cakram, terlihat filamen-filamen panjang seperti benang yang menjulang vertikal ke atas dan ke bawah. Namun di sisi sebaliknya, filamen ini nyaris tidak ada—hanya tampak tepi yang tajam dan bersih.
Ketimpangan ini membuat para ilmuwan bertanya-tanya. Salah satu kemungkinan penyebabnya adalah jatuhnya gas dan debu dalam jumlah besar baru-baru ini, atau interaksi dengan lingkungan sekitarnya, yang kemudian “mengoyak” cakram secara tidak merata.
“Kami benar-benar terkejut melihat betapa tidak simetrisnya cakram ini,” kata Joshua Bennett Lovell, peneliti pendamping dari CfA. Menurutnya, Hubble seakan memberi “kursi barisan depan” untuk menyaksikan proses kacau yang membentuk cakram saat planet-planet baru lahir—proses yang belum sepenuhnya dipahami.
Baca juga: Tertangkap, Proses Kelahiran Planet dari Sistem Bintang Muda
Sistem Masif yang Menantang Teori Pembentukan Planet
Secara umum, sistem planet terbentuk dari cakram gas dan debu yang mengelilingi bintang muda. Seiring waktu, gas akan jatuh ke bintang, sementara sisa materialnya menggumpal dan membentuk planet. Namun, IRAS 23077+6707 berada di kelas yang sangat berbeda.
Para ilmuwan memperkirakan massa cakram ini setara dengan 10 hingga 30 kali massa Jupiter. Artinya, tersedia cukup bahan untuk membentuk banyak planet raksasa gas, bahkan mungkin sebuah sistem planet yang sangat luas.
“Secara teori, sistem ini bisa menampung sistem planet yang sangat besar,” jelas Monsch. Meski proses pembentukan planet di lingkungan semasif ini mungkin berbeda dari Tata Surya, mekanisme dasarnya kemungkinan tetap serupa.
Baca juga: Ilmuwan Tangkap Detik-Detik Kelahiran Planet Baru di Rasi Scorpio
Laboratorium Alam untuk Masa Depan Astronomi
Saat ini, para peneliti mengakui bahwa pertanyaan masih lebih banyak daripada jawaban. Namun justru di situlah letak nilai ilmiah IRAS 23077+6707. Cakram raksasa ini menjadi laboratorium alam yang unik untuk mempelajari bagaimana planet terbentuk, berevolusi, dan bertahan di lingkungan yang ekstrem.
Dengan kombinasi pengamatan dari Hubble dan teleskop generasi baru seperti James Webb, para astronom berharap dapat menyusun ulang kepingan puzzle tentang asal-usul planet—termasuk bagaimana Tata Surya kita sendiri terbentuk miliaran tahun lalu.
Temuan ini sekali lagi menegaskan bahwa alam semesta sering kali jauh lebih aneh, lebih besar, dan lebih dinamis daripada yang bisa kita bayangkan.
Baca juga: Astronom Deteksi Kelahiran Planet Baru, Ini Buktinya
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang