0
News
    Home Agrinas Berita Featured Spesial

    Impor 105.000 Pikap Agrinas Berpotensi Rugikan Ekonomi Rp 39 T dan Ancam 330.000 Tenaga Kerja - Tribunnews

    5 min read

     

    Impor 105.000 Pikap Agrinas Berpotensi Rugikan Ekonomi Rp 39 T dan Ancam 330.000 Tenaga Kerja

    Rencana impor besar-besaran kendaraan niaga ringan oleh PT Agrinas Pangan Nusantara menuai sorotan dari kalangan ekonom



    Ringkasan Berita:
    • Studi Celios mengungkap adanya potensi kerugian ekonomi Rp 39 triliun karena importasi 105.000 pick up yang dilakukan Agrinas
    • Kebijakan impor dalam skala jumbo tersebut terjadi pada momentum yang kurang tepat. 

     

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Rencana impor besar-besaran kendaraan niaga ringan oleh PT Agrinas Pangan Nusantara menuai sorotan dari kalangan ekonom dan pelaku industri otomotif nasional.

    Di tengah tekanan yang masih membayangi penjualan kendaraan dalam negeri, keputusan mendatangkan 105.000 unit pick up (pikap) dan truk ringan dari India dinilai berpotensi menimbulkan dampak ekonomi yang signifikan.

    Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira Adhinegara menilai langkah tersebut berisiko menekan industri otomotif nasional yang saat ini tengah menghadapi perlambatan.

    Baca juga: Asosiasi Komponen Otomotif Minta Pemerintah Batasi Impor Kendaraan dari India oleh Agrinas

    "Studi Celios mengungkap adanya potensi kerugian ekonomi Rp 39 triliun karena importasi 105.000 pick up yang dilakukan Agrinas," tutur Bhima, Jumat (20/2/2026).

    Bukan hanya kerugian ekonomi, dampak lain yang perlu diwaspadai adalah potensi hilangnya lapangan pekerjaan dalam jumlah besar.

    "Sementara kehilangan tenaga kerja karena bersaing dengan produsen mobil lokal sebesar 330.000 orang," imbuh Bhima.

    Kebijakan impor dalam skala jumbo tersebut terjadi pada momentum yang kurang tepat. Terlebih industri otomotif nasional saat ini sedang berada dalam fase tekanan, ditandai dengan penurunan penjualan dan pelemahan daya beli masyarakat.

    Sebagai entitas yang berada di bawah naungan BUMN, Agrinas dan induknya memiliki tanggung jawab strategis untuk mendukung industri dalam negeri.

    Prioritas pada produk domestik, menurut Bhima, dapat menjadi stimulus penting untuk menjaga utilisasi pabrik, mempertahankan tenaga kerja dan memperkuat rantai pasok industri komponen lokal.

    "Disaat yang bersamaan industri otomotif sedang mengalami tekanan dan membukukan penjualan yang turun. Agrinas terutama Danantara sebagai induk BUMN seharusnya memprioritaskan kendaraan niaga domestik," ucap Bhima.

    Sebagaimana diketahui, Agrinas mengimpor 105.000 unit kendaraan niaga ringan dan truk ringan dari dua perusahaan otomotif India, yakni Mahindra & Mahindra dan Tata Motors.

    Baca juga: Proyek Rp 24,66 Triliun Agrinas Disorot DPR, Impor 105.000 Kendaraan Niaga Abaikan Industri Lokal

    Pembelian dalam jumlah besar tersebut tidak hanya mencatatkan rekor sebagai ekspor kendaraan terbesar sepanjang sejarah bagi Mahindra, tetapi juga menjadi pesanan terbesar Tata Motors dari pembeli di kawasan Asia Tenggara.


    Komentar
    Additional JS