0
News
    Home Berita Dunia Internasional Featured Pasukan Perdamaian Spesial

    Indonesia Jadi Wakil Komandan ISF, Pakar: Wajar, Reputasinya Sudah Mengglobal - Tribunnews

    8 min read

     

    Indonesia Jadi Wakil Komandan ISF, Pakar: Wajar, Reputasinya Sudah Mengglobal

    Dosen Hubungan Internasional President University Teuku Rezasyah mengomentari penunjukkan Indonesia sebagai Wakil Komandan ISF.

    Ringkasan Berita:
    • Dosen Hubungan Internasional President University Teuku Rezasyah menilai wajar Indonesia ditunjuk sebagai Wakil Komandan ISF.
    • Pasalnya, pasukan perdamaian dari Indonesia memiliki reputasi baik dan sudah berpengalaman sebagai peacekeeping atau penjaga perdamaian sejak tahun 1950-an.
    • Rezasyah menyebut pasukan penjaga perdamaian dari Indonesia memiliki kemampuan baik karena sangat terlatih dan memahami hukum internasional.

    TRIBUNNEWS.COM - Dosen Hubungan Internasional President UniversityTeuku Rezasyah, mengomentari penunjukkan Indonesia sebagai Wakil Komandan International Stabilization Force (ISF) atau Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza, Palestina.

    Rezasyah menilai wajar jika Indonesia ditunjuk sebagai Wakil Komandan ISF oleh Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian.

    Pasalnya, pasukan perdamaian dari Indonesia memiliki reputasi baik dan sudah berpengalaman sebagai peacekeeping atau penjaga perdamaian melalui Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB).

    "Saya pikir penunjukkan pada perwira tinggi Indonesia itu sangat wajar karena reputasi Indonesia yang sudah mengglobal." 

    "Kita sudah terlibat dalam banyak sekali misi-misi peacekeeping operation di seluruh dunia dari tahun 50-an sampai hari ini," ujarnya dalam acara Sapa Indonesia Pagi yang tayang di Kompas TV, Jumat (20/2/2026).

    Rezasyah menyebut, pasukan penjaga perdamaian dari Indonesia memiliki kemampuan baik karena sangat terlatih dan memahami hukum internasional.

    Menurutnya, mereka juga mampu memahami budaya lokal dan mampu berinteraksi secara lintas budaya.

    "Dan yang uniknya adalah kalau mereka itu didatangkan pada suatu wilayah itu sudah ditunggu-tunggu oleh masyarakat di situ. Karena masyarakat biasanya sadar bahwa prajurit-prajurit Indonesia itu adalah santun," ungkapnya.

    Oleh karena itu, Teuku Rezasyah tak kaget jika Indonesia diberi tugas sebagai Wakil Komandan ISF di Gaza.

    "Saya yakin dan percaya bahwa siapa pun yang dipilih oleh Presiden nanti untuk menjabat sebagai wakil komandan di Gaza nanti itu akan akan mampu bertugas dengan baik," ucapnya.

    Baca juga: Prabowo Konsisten Mendukung Palestina, Meneruskan Rekam Jejak Anti-Kolonialisme Bung Karno

    Prajurit TNI Segera Dikirim ke Gaza

    Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengatakan bahwa pemerintah segera mengirim pasukan TNI untuk bergabung dengan ISF.

    Presiden Prabowo menyebut, pengiriman pasukan TNI tersebut akan dilakukan sekitar 1 hingga 2 bulan lagi.

    Hal itu disampaikannya setelah mengikuti Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) perdana Board of Peace atau Dewan Perdamaian di Washington DC, Amerika Serikat (AS), Kamis (19/2/2026). 

    "Kita siap, kita siap (kirim pasukan). Mungkin ya kelompok-kelompok advance (pendahulu), mungkin tidak lama lah, mungkin 1-2 bulan ini," ungkapnya.

    Prabowo lantas menyebut BoP menugaskan Indonesia untuk menjadi wakil komandan ISF.

    "Iya mereka minta kita jadi deputy commander (wakil komandan)," tutur Prabowo.

    Saat KTT berlangsung, Prabowo sempat menyatakan Indonesia siap mengirim pasukan dalam jumlah besar untuk bergabung ke ISF.

    Prabowo menyatakan, jika diperlukan, Indonesia akan mengirim lebih dari 8.000 personel untuk bergabung ke pasukan tersebut.

    "Pencapaian gencatan senjata itu nyata, kami memuji hal ini. Dan oleh karena itu, kami menegaskan kembali komitmen kami untuk menyumbangkan sejumlah besar pasukan, hingga 8.000 atau lebih jika diperlukan," kata Prabowo pada Kamis.

    Baca juga: Media Asing Soroti Sikap Indonesia yang Dukung Penuh Dewan Perdamaian, Beda dari Negara Tetangga

    Ia berharap, kehadiran pasukan Indonesia bisa ikut berkontribusi dalam perdamaian dunia.

    "Kami siap menyumbangkan pasukan untuk ikut serta secara aktif dalam Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) untuk menyukseskan perdamaian ini," tuturnya.

    Prabowo juga menjelaskan, sejak hari pertama, Indonesia telah mempelajari rencana 20 poin Presiden AS Donald Trump mengenai perdamaian di Gaza.

    Indonesia secara penuh setuju dengan hal tersebut dan berkomitmen terhadap rencana Trump.

    "Dan itulah sebabnya kami bergabung dengan Dewan Perdamaian, kami berkomitmen atas keberhasilannya," papar Prabowo.

    (Tribunnews.com/Deni)


    Komentar
    Additional JS