Prabowo Kantongi Komitmen Investasi 38,4 Miliar Dolar AS dari Forum Bisnis RI-AS - Kompas TV
WASHINGTON DC, KOMPAS.TV - Forum Bisnis Indonesia-Amerika Serikat (US-Indonesia Business Forum) yang digelar di U.S. Chamber of Commerce, Washington D.C., menghasilkan total komitmen perdagangan dan investasi senilai 38,4 miliar dolar AS atau sekitar Rp648,9 triliun (kurs Rp16.900).
Adapun forum tersebut menjadi bagian dari kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto, dalam rangka The Inaugural Meeting of Board of Peace serta penandatanganan Agreement on Reciprocal Trade (ART) bersama Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Dalam sesi roundtable bersama pimpinan perusahaan dan asosiasi usaha AS, Presiden Prabowo menegaskan Indonesia bukan sekadar pasar bagi perusahaan Amerika.
Baca Juga: [Full Terjemahan] Pidato Trump di Board of Peace: Gaza, Perdamaian, dan Kepemimpinan Global
“Bagi perusahaan-perusahaan Amerika, Indonesia bukan hanya pasar, tetapi juga basis produksi dan mitra strategis di Asia Tenggara. Skala kami sangat signifikan, demografi kami kuat, dan komitmen kami terhadap keterbukaan sangat kuat,” kata Prabowo, dikutip dari keterangan resmi Kemenko Perekonomian, Kamis (19/2).
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto yang ikut mendampingi Prabowo memaparkan, di sektor pertanian Indonesia mengamankan komitmen perdagangan jangka menengah hingga panjang senilai 4,5 miliar dolar AS.
Airlangga mengatakan, komitmen ini memastikan kepastian pasokan bahan baku strategis bagi industri pangan, pakan ternak, dan tekstil nasional.
Baca Juga: Jusuf Wanandi Blak-blakan Soal 9 Naga: Yang Mencuri Wajib Bayar! | ROSI
Sementara itu, sekitar 33,9 miliar dolar AS berasal dari sektor industri.
Kerja sama mencakup pengembangan ekosistem semikonduktor, pembangunan fasilitas wafer, industri daur ulang tekstil, hingga pengembangan kawasan industri berbasis teknologi hijau dan kawasan perdagangan bebas transnasional.
"Kemitraan di sektor semikonduktor strategis karena menempatkan Indonesia dalam peta rantai pasok teknologi global, sekaligus mempercepat transformasi dari pasar konsumsi menjadi basis produksi berteknologi tinggi," ujar Airlangga.
Menurut Airlangga, capaian tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan dunia usaha AS terhadap arah kebijakan ekonomi Indonesia.
Baca Juga: Prabowo Undang Pengusaha Amerika Serikat Investasi di RI: Kami Yakin Indonesia Kompetitif
“Indonesia mendapatkan kepastian akses pasar, jaminan pasokan bahan baku strategis, serta investasi teknologi tinggi. Pada saat yang sama, Amerika Serikat memperoleh mitra produksi dan pasar yang stabil, kompetitif, dan semakin indispensable dalam rantai pasok globalnya,” terangnya.
Secara keseluruhan, total komitmen 38,4 miliar dolar AS tersebut terdiri dari 4,5 miliar dolar AS di sektor pertanian dan 33,9 miliar dolar AS di sektor industri.
Skala tersebut, lanjutnya, menunjukkan penguatan kemitraan ekonomi Indonesia-AS yang semakin strategis, setara, dan berorientasi jangka panjang.