0
News
    Home Berita China Dunia Internasional Featured Iran Rusia Selat Hormuz Spesial

    Iran-Rusia-China Gelar Latihan Militer Bersama di Selat Hormuz - detik

    3 min read

     

    Iran-Rusia-China Gelar Latihan Militer Bersama di Selat Hormuz



    Kapal cepat Garda Revolusi Iran saat mendekati kapal militer AS dalam insiden di Selat Hormuz (dok. US Navy via AP)
    Kapal cepat Garda Revolusi Iran saat mendekati kapal militer AS dalam insiden di Selat Hormuz (dok. US Navy via AP)
    Moskow -

    Iran bersama Rusia dan China mengerahkan kapal-kapal angkatan laut dalam rangka latihan bersama di perairan Selat Hormuz. Latihan militer bersama ini disebut sebagai latihan koordinasi dalam upaya melindungi jalur perdagangan di Selat Hormuz yang semakin rentan.

    Latihan bersama ketiga negara itu, seperti dilansir Anadolu Agency, Rabu (18/2/2026), diungkapkan oleh penasihat kepresidenan Rusia, Nikolay Patrushev, dalam wawancara dengan majalah mingguan Argumenty i Fakty pada Selasa (17/2) waktu setempat.

    Patrushev mengatakan bahwa Rusia sedang berupaya membangun "tatanan dunia multipolar di lautan" sebagai tanggapan terhadap apa yang disebutnya sebagai hegemoni Barat. Tiga negara yang berpartisipasi dalam latihan bersama di Selat Hormuz itu tergabung dalam organisasi antarpemerintah BRICS.

    "Kita akan memanfaatkan potensi BRICS, yang sekarang harus mendapatkan dimensi maritim strategis yang sepenuhnya," kata Patrushev.

    Dia menambahkan bahwa BRICS telah menggelar latihan angkatan laut pertama, yang diberi nama "Will for Peace 2026", pada Januari lalu di perairan Atlantik Selatan. Latihan pertama itu melibatkan Rusia, China, Iran, Uni Emirat Arab, dan Afrika Selatan.

    Menurut Patrushev, latihan bersama terbaru di Selat Hormuz, yang bernama Maritime Security Belt 2026 ini, melibatkan koordinasi antar angkatan laut dalam upaya melindungi jalur perdagangan, yang menurutnya semakin rentan.

    "Latihan Maritime Security Belt 2026 di Selat Hormuz, di mana Rusia, China, dan Iran mengirimkan kapal-kapal mereka, terbukti relevan," sebut Patrushev.


    Komentar
    Additional JS