Israel Gabung Board of Peace, Kemlu: Prinsip Indonesia untuk Perdamaian Palestina Tak Berubah - SindoNews
Israel Gabung Board of Peace, Kemlu: Prinsip Indonesia untuk Perdamaian Palestina Tak Berubah
Kamis, 12 Februari 2026 - 15:47 WIB
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI merespons masuknya Israel ke Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) yang dibentuk oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald J. Trump. Foto/Kemlu
JAKARTA - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI merespons masuknya Israel ke Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) yang dibentuk oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald J. Trump. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Vahd Nabyl Achmad Mulachela menegaskan bahwa partisipasi Indonesia dalam forum tersebut sama sekali bukan bentuk normalisasi hubungan politik maupun legitimasi kebijakan Israel.
"Kehadiran Indonesia di Board of Peace (BoP) tidak dimaknai sebagai normalisasi hubungan politik dengan pihak manapun, atau sebagai legitimasi terhadap kebijakan negara manapun," tegas Nabyl dalam keterangannya, Kamis (12/2/2026).
Baca juga: Prabowo Bakal ke AS, Hadiri Rapat Board of Peace dan Teken Tarif Trump
Nabyl pun menegaskan keikutsertaan Indonesia di BoP didasarkan pada mandat stabilisasi, perlindungan warga sipil, bantuan kemanusiaan, dan rekonstruksi Gaza di Palestina, sesuai Resolusi Dewan Keamanan PBB 2803 (2025). "Keanggotaan negara manapun dalam BoP tidak mengubah posisi prinsip tersebut," ujarnya.
Di BoP maupun di semua forum yang ada, kata Nabyl, Indonesia sejak awal menuntut penghentian kekerasan terhadap warga sipil, mengecam pelanggaran hukum internasional, termasuk hukum humaniter internasional yang terjadi di Gaza, akses bantuan kemanusiaan, serta realisasi Solusi Dua Negara.
Nabyl pun menjelaskan bahwa dalam konteks tersebut, Indonesia melihat pentingnya keterlibatan para pihak yang berkonflik sebagai bagian dari proses menuju perdamaian.
Baca juga: 16 Ormas Islam Setuju Indonesia Gabung BoP untuk Kemerdekaan Palestina
"Indonesia oleh karenanya akan memanfaatkan keanggotaan di BoP untuk juga aktif mendorong keterlibatan Otoritas Palestina dan memastikan seluruh proses tetap berorientasi pada kepentingan Palestina dan menghormati hak-hak dasar rakyat Palestina, serta mendorong terwujudnya solusi dua negara," pungkasnya.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Infografis

15 Negara dengan Militer Terkuat di Dunia 2025, Indonesia Ungguli Israel