Jaga Harga Pangan Jelang Ramadan, Bapanas Tugaskan Bulog Salurkan Bantuan Beras dan Migor - Inilah
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memberikan keterangan kepada awak media seusai menghadiri acara 'Retret Bela Negara PWI' di Bogor, Jawa Barat, Jumat (30/1/2026). (Foto: Antara/Aria Ananda)
Badan Pangan Nasional (Bapanas) resmi menugaskan Perum Bulog untuk segera menyalurkan bantuan pangan beras dan minyak goreng (migor) kepada 33.244.408 penerima untuk alokasi Februari dan Maret 2026.
Dalam warkat Kepala Bapanas nomor 204/TS.03.03/K/02/2026 tanggal 11 Februari 2026, disebutkan, penyaluran agar dilakukan satu kali secara sekaligus setelah terbit anggaran di Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Bapanas. Adapun jumlah beras yang disalurkan sebanyak 10 kilogram per penerima dan migor 2 liter per penerima, untuk alokasi satu bulan.
Adanya penugasan ini, berdasarkan hasil High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Pusat (HLM TPIP) tahun 2026 yang dipimpin Kemenko Perekonomian dan surat Menteri Sekretaris Negara yang menyampaikan persetujuan Presiden Republik Indonesia terhadap stimulus ekonomi, berupa diskon transportasi dan bantuan pangan.
Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman yang juga Menteri Pertanian (Mentan), menuturkan, pemerintah sesuai komando Presiden Prabowo Subianto terus berupaya menjaga harga pangan selama Ramadan sampai Idul Fitri. Salah satunya dengan menggulirkan program bantuan pangan ke masyarakat yang paling membutuhkan bantalan ekonomi.
"Dengan segala kerendahan hati, atas nama pemerintah, mari kita jaga harga pangan di bulan suci Ramadan. Bahkan Bapak Presiden kita, pernah tiga kali sehari menelpon. Bagaimana harga pangan? Beliau selalu katakan, jaga rakyat dan terus berpihak pada rakyat," ujar Amran di Jakarta, Minggu (15/2/2026).
"Oleh karena itu, dalam rangka menjaga stabilitas pasokan harga pangan, Badan Pangan Nasional melaksanakan langkah strategis, salah satunya penyaluran bantuan pangan 10 kilogram dan 2 liter minyak goreng selama dua bulan kepada 33,2 juta Keluarga Penerima Manfaat," tambah Amran.
Untuk diketahui, secara kuantitas untuk penyaluran 2 bulan secara sekaligus tersebut, Bulog akan mengeluarkan stok beras sejumlah 664,8 ribu ton dan minyak goreng 132,9 ribu kiloliter. Demi pelaksanaan program prorakyat tersebut, anggaran yang disiapkan pemerintah sebesar Rp11,92 triliun.
Berdasarkan laporan yang disusun Bapanas, per 13 Februari total stok beras nasional di Bulog mencapai 3,53 juta ton. Dari jumlah tersebut, sebanyak 3,34 juta ton merupakan stok CBP. Sisanya 188,5 ribu ton merupakan stok beras komersial. Untuk stok minyak goreng yang ada di Bulog masih terdapat sekitar 15 ribu kiloliter.
Untuk realisasi program bantuan pangan beras dan minyak goreng yang telah terlaksana sebelumnya telah mencapai 18.167.117 penerima di seluruh Indonesia. Bantuan pangan beras dan minyak goreng yang telah selesai per 31 Januari 2026 lalu, telah berhasil mendistribusikan beras sebanyak 363,3 ribu ton dan minyak goreng 72,6 ribu kiloliter.
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto di Istana Negara, Jakarta, pada Selasa (11/2/2026) melaporkan kesiapan pemerintah dalam pengguliran kembali program bantuan pangan. Diminta adanya keterlibatan pemerintah daerah dalam implementasi program ini.
"Bantuan pangan akan dibagikan di bulan Februari itu terdiri dari 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng dengan anggaran Rp 11,92 triliun. Nah, ini pemerintah daerah dan instansi terkait diharapkan untuk bisa menjaga kelancaran logistik," papar Airlangga.
Stok pemerintah pun sangat mencukupi untuk menjalankan program pro-rakyat ini. Ini linear dengan produksi pangan dalam negeri yang mengalami akselerasi yang signifikan di awal tahun 2026 ini.
"Terkait dengan kesiapan dan juga peningkatan produksi beras di bulan Januari, Februari sampai dengan Maret, di mana diperkirakan dengan kenaikan (produksi) yang ada itu, bansos yang diberikan beras itu mencukupi, karena stoknya nanti akan terpenuhi di akhir Maret," kata Airlangga.
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras Januari sampai Maret 2026, diproyeksikan mencapai 10,16 juta ton. Atau meningkat 1,39 juta ton dibandingkan total produksi beras Januari-Maret 2025 yang berada di angka 8,78 persen.