Jangan Sepelekan, Ini Komplikasi Kelainan Kaki O dan X Pada Anak Jika Tidak Ditangani - Viva
Jakarta, VIVA – Kelainan bentuk kaki pada anak, seperti kaki O dan kaki X, kerap dianggap sebagai bagian dari fase tumbuh kembang yang akan membaik dengan sendirinya.
Memang, pada sebagian besar anak kondisi ini bersifat sementara. Namun, para ahli mengingatkan bahwa jika kelainan tersebut menetap atau tidak menunjukkan perbaikan sesuai usia perkembangan, maka diperlukan evaluasi medis lebih lanjut. Deteksi dini menjadi kunci untuk mencegah komplikasi jangka panjang.
Kaki berbentuk O atau bow legs dikenal secara medis sebagai genu varum, yakni kondisi ketika kedua lutut menjauh satu sama lain sehingga membentuk lengkungan menyerupai huruf O.
Kelainan ini lazim ditemukan pada bayi dan balita, dan umumnya akan membaik seiring pertumbuhan. Namun, bila kondisi tersebut bertahan setelah usia dua tahun, anak perlu menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Pada usia remaja, keluhan dapat berkembang menjadi rasa tidak nyaman hingga nyeri di area panggul, lutut, atau pergelangan kaki akibat distribusi beban yang tidak seimbang.
Sementara itu, kaki berbentuk X atau genu valgum ditandai dengan lutut yang saling berdekatan, sementara pergelangan kaki mengarah ke luar.
Kondisi ini sering muncul pada anak usia tiga hingga empat tahun dan biasanya membaik setelah usia enam hingga tujuh tahun. Meski demikian, pemantauan tetap diperlukan untuk memastikan proses perbaikan berjalan optimal.
"Sebenarnya kondisi kelainan kaki O atau kaki X ini dapat membaik dengan sendirinya jika sesuai umur perkembangan. Namun, ketika kondisi ini menetap dan dibiarkan tanpa penanganan yang tepat, kaki O maupun kaki X dapat menyebabkan komplikasi, seperti osteoarthritis, cedara pada meniskus dan ligamen, kelainan pola jalan, dan adanya risiko jatuh," kata dr. Mohammad Aulia Herdiyana, Sp. OT, Subsp. A. (K), Dokter Spesialis Ortopedi Subspesialis Ortopedi Anak RS Pondok Indah – Puri Indah, di Jakarta, Rabu 28 Januari 2026.
Berbagai faktor dapat memengaruhi terjadinya kelainan ini, di antaranya defisiensi vitamin D, berat badan berlebih, kelainan bawaan, riwayat trauma, infeksi, tumor tulang, gangguan saraf, hingga penyakit autoimun. Kombinasi faktor tersebut dapat memperberat kelainan dan meningkatkan risiko komplikasi.
Orang tua juga diimbau mewaspadai tanda peringatan seperti bentuk kaki yang tidak simetris, tinggi badan yang cenderung pendek, lengkungan tungkai yang cukup parah, perubahan bentuk yang terjadi sangat cepat, atau adanya kelainan tulang lain.
Dalam proses diagnosis, dokter akan melakukan wawancara medis, pemeriksaan fisik saat anak berdiri dan berjalan, serta pemeriksaan penunjang seperti radiologi atau tes laboratorium untuk mengetahui penyebab pasti.
Dengan pemantauan rutin dan penanganan yang tepat, kelainan kaki O dan X pada anak dapat dikoreksi lebih dini. Langkah ini penting untuk menjaga kualitas hidup anak di masa depan serta mencegah gangguan fungsi gerak yang lebih serius.