Jepang Rencana Terima 426.000 Pekerja Asing di Tengah Lonjakan Warga Asing Usia 20-anak - Kompas
Jepang Rencana Terima 426.000 Pekerja Asing di Tengah Lonjakan Warga Asing Usia 20-an
OHAYOJEPANG - Terdapat 9,5 persen penduduk asing dari total populasi berusia 20-an di Jepang pada 2025.
Angka tersebut meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan 4,1 persen pada 2015.
Temuan tersebut berdasarkan analisis data pemerintah yang dirilis Kyodo News pada Sabtu (3/1/2026).
Analisis Kyodo News menyoroti peningkatan proporsi penduduk asing usia 20-an di tengah menyusutnya jumlah penduduk muda warga Jepang.
Kondisi ini menunjukkan potensi peran penduduk asing dalam mempertahankan sistem kesejahteraan sosial Jepang.
Persentase penduduk asing usia 20-an diperkirakan masih dapat meningkat dalam beberapa tahun ke depan.
Pemerintah Jepang telah mengajukan rancangan rencana kepada panel ahli terkait penerimaan pekerja asing.
Dalam rancangan tersebut, pemerintah berencana menerima hingga sekitar 426.000 pekerja asing.
Penerimaan pekerja asing tersebut direncanakan berlangsung selama dua tahun.
Kebijakan ini dijadwalkan mulai berlaku pada tahun fiskal 2027 dengan tujuan mengatasi kekurangan tenaga kerja.
Baca juga:
- Penduduk Asing di Jepang Makin Banyak, Capai 10 Persen dari Total Populasi
- Ribuan Properti di Sekitar Fasilitas Penting Jepang Dibeli Warga Asing, China Terbanyak
- Warga Asing di Jepang Ramai-ramai Pindah ke Tokyo, Ini yang Mereka Cari...
Perubahan Struktur Penduduk dan Persebaran Wilayah
Data Daftar Penduduk Dasar mencatat jumlah penduduk asing berusia 20-an meningkat sebanyak 680.000 orang selama periode 10 tahun hingga 2025.
Jumlah penduduk asing usia 20-an di Jepang kini mencapai 1,22 juta jiwa.
Pada periode yang sama, jumlah penduduk Jepang berusia 20-an menurun sebanyak 1,03 juta orang.
Jumlah penduduk Jepang usia 20-an tercatat menjadi 11,64 juta jiwa.
Berdasarkan prefektur, Gunma memiliki proporsi penduduk asing usia 20-an tertinggi dengan angka 14,1 persen.
Prefektur Gifu dan Ibaraki berada di posisi berikutnya dengan proporsi yang juga tinggi.
Sebanyak sembilan prefektur lain, termasuk Tokyo, Osaka, dan Kyoto, mencatat persentase penduduk asing usia 20-an yang melebihi 10 persen.
Penduduk asing semakin berperan tidak hanya di pasar tenaga kerja, tetapi juga sebagai kontributor sistem jaminan sosial Jepang.
Pada 2025, penduduk asing mencakup 3,0 persen dari total populasi Jepang di seluruh kelompok usia.
Data pemerintah menunjukkan dinamika struktur penduduk Jepang yang semakin beragam.
Hingga akhir Juni 2025, populasi penduduk asing terbesar berasal dari China dengan sekitar 900.000 jiwa.
Vietnam menempati posisi kedua dengan jumlah penduduk asing sekitar 660.000 jiwa.
© Kyodo News
Pengalaman baca menyeluruh tanpa iklan.