Warga Asing di Jepang Ramai-ramai Pindah ke Tokyo, Ini yang Mereka Cari... - Kompas
Warga Asing di Jepang Ramai-ramai Pindah ke Tokyo, Ini yang Mereka Cari...
OHAYOJEPANG - Jumlah warga asing yang masuk ke wilayah metropolitan Tokyo pada 2024 melampaui warga asing yang keluar, selisihnya lebih dari 16.000 orang.
Data tersebut menunjukkan bahwa Tokyo semakin menarik bagi pekerja muda yang mencari pendapatan lebih tinggi.
"Anak muda berpindah dari daerah ke kota besar demi upah yang lebih baik," ujar Peneliti dari National Institute of Population and Social Security Research Yu Korekawa.
Mengutip Kyodo News (29/11/2025), laporan ini tidak memasukkan warga asing yang baru masuk atau meninggalkan Jepang sepanjang 2024.
Pemerintah mencatat total 334.659 warga asing berpindah antarprefektur pada 2024 dengan mayoritas berada pada kelompok usia 20-an tahun.
Jumlah tersebut setara dengan 10,1 persen dari seluruh warga asing yang tinggal di Jepang pada tahun tersebut.
Pada 10 tahun sebelumnya, jumlah perpindahan hanya mencapai 145.535 orang atau 7,3 persen dari total populasi warga asing.
Kementerian Dalam Negeri dan Komunikasi Jepang menyampaikan bahwa selisih perpindahan masuk ke Tokyo, Saitama, Chiba, dan Kanagawa mencapai 16.506 orang dan naik lebih dari 13 kali lipat dibandingkan 2021 pada masa pandemi Covid-19.
Baca juga:
- Kecelakaan Kerja Pekerja Asing di Jepang Capai 6.000 Kasus, Indonesia Berada di Posisi Ketiga
- Jepang Akan Naikkan Biaya Visa bagi Warga Negara Asing, Izin Tinggal Permanen Capai Rp 10 Juta
- Mau Jadi Warga Jepang Makin Ketat, Syarat Tinggal Minimal Bisa Lebih Lama
Prefektur dengan Arus Masuk dan Arus Keluar Terbesar
Tokyo mencatat arus masuk bersih tertinggi dengan total 8.722 orang sepanjang 2024.
Saitama berada di posisi kedua dengan arus masuk bersih sebanyak 7.720 orang.
Kanagawa mencatat perpindahan masuk bersih sebesar 7.494 orang.
Data pemerintah memperlihatkan bahwa Chiba mengalami arus keluar bersih terbesar dengan total 7.430 orang.
Aichi berada di posisi berikutnya dengan arus keluar bersih 6.684 orang.
Fukuoka mencatat arus keluar bersih sebanyak 4.471 orang.
Data tersebut menunjukkan bahwa perpindahan warga asing di Jepang tidak merata sehingga wilayah metropolitan Tokyo menjadi tujuan yang paling banyak dipilih.
Faktor Pendorong Perpindahan Warga Asing ke Tokyo
Yu Korekawa menilai bahwa sistem yang memungkinkan pekerja asing terampil untuk berpindah pekerjaan ikut mendorong meningkatnya arus perpindahan tersebut.
Kondisi ini muncul di tengah situasi kekurangan tenaga kerja di Jepang akibat menurunnya populasi nasional.
Sejumlah pemerintah daerah melihat bahwa wilayah yang mencatat arus keluar besar sering berperan sebagai gerbang awal bagi warga asing.
Warga asing biasanya tinggal sementara di wilayah tersebut untuk menjalani pelatihan sebelum berpindah ke daerah lain.
Seorang pejabat pemerintah daerah yang berbatasan dengan wilayah metropolitan Tokyo menyampaikan kekhawatiran mengenai ketergantungan terhadap pekerja asing.
"Kami saat ini berada dalam kondisi yang membuat kami tidak punya pilihan selain bergantung pada pekerja asing akibat turunnya populasi Jepang," ucap pejabat itu.
Ia juga menyampaikan kekhawatiran mengenai perpindahan warga asing yang mengejar upah lebih tinggi di wilayah metropolitan Tokyo.
© Kyodo News
Pengalaman baca menyeluruh tanpa iklan.