Kampus Mulai Larang Karangan Bunga Saat Wisuda, Diganti Bibit Tanaman hingga Videotron - Kompas
KOMPAS.com - Sejumlah perguruan tinggi di Indonesia mulai mengubah tradisi perayaan wisuda dengan membatasi bahkan melarang pengiriman karangan bunga. Sebagai gantinya, kampus mendorong penggunaan bibit tanaman hidup hingga ucapan digital melalui videotron.
Kebijakan ini muncul seiring meningkatnya kesadaran lingkungan, pengelolaan ruang kampus yang lebih tertib, serta upaya mengurangi limbah dekorasi sekali pakai.
Deretan Kampus yang melarang karangan bunga, alasan, dan alternatifnya
1. Universitas Diponegoro
Baca juga: Perkuat Riset Lintas Bidang Keilmuan, UM Kukuhkan Lima Guru Besar
Universitas Diponegoro (Undip) menjadi salah satu kampus yang mulai mengarahkan ucapan wisuda ke bentuk yang lebih ramah lingkungan. Pelarangan tersebut tertuang pada Surat Edaran yang terbit pada 2024.
Edaran tersebut melarang seluruh sivitas akademika untuk menggunakan papan karangan bunga sekali pakai. Sebagai alternatif, ucapan selamat dapat menggunakan tanaman hidup atau bibit tanaman buah dan bunga.
Hal tersebut diterapkan dalam rangka mewjudkan kampus yang lebih hijau dan ramah lingkungan.
2. Universitas Brawijaya
Baca juga: Bupati Magelang Ingin Manfaatkan Gentengisasi untuk Perbaikan Rumah Tak Layak Huni
Universitas Brawijaya juga memberlakukan pelarangan kiriman karangan bunga. Selain memberikan alternatif berupa bibit tanaman atau bunga favorit penerima, ucapan selamat diarahkan melalui media digital seperti videotron yang tersebar di beberapa titik.
Kebijakan ini bertujuan menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, sekaligus mengurangi sampah plastik. Pendekatan tersebut sejalan dengan upaya UB menciptakan kampus yang lebih hijau dan berkelanjutan.
3. Universitas Sebelas Maret
Universitas Sebelas Maret (UNS) mengeluarkan surat edaran pada Maret 2025 yang mengimbau civitas akademika mengganti kiriman papan bunga dengan tanaman hidup.
Baca juga: Tiga Kampus Top Belanda Bedah Anatomi IKN Jadi "Living Lab" Dunia
Langkah ini dilakukan untuk mendukung program Green Campus. Selain itu, kebijakan ini bertujuan mengurangi sampah dekorasi yang sulit terurai di lingkungan kampus.
Tanaman hidup dinilai memiliki manfaat jangka panjang dibandingkan karangan bunga yang hanya bertahan beberapa hari.
4. Universitas Padjadjaran
Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjadjaran (Unpad) juga menjalankan program penggantian karangan bunga dengan bibit tanaman dalam seremonial akademik.
Baca juga: BNI Gelar Aksi Bersih Pantai Mertasari, Dorong Kesadaran Lingkungan Pesisir Bali
Bibit tersebut kemudian ditanam di ruang terbuka hijau kampus sebagai kontribusi langsung terhadap penghijauan dan keberlanjutan lingkungan.
Program ini merupakan bagian dari inisiatif Green Campus untuk meningkatkan kesadaran ekologis di lingkungan perguruan tinggi.
5. Universitas Airlangga
Sejak April 2025, Universitas Airlangga (Unair) turut mengubah tradisi karangan bunga dalam kegiatan akademik, seperti pengukuhan guru besar, menjadi karangan bibit tanaman.
Baca juga: BNI Dorong 3R di Bali lewat Aksi Bersih Pantai dan Dukungan TPS3R
Bibit tanaman tersebut dapat berupa tanaman produktif seperti durian atau anggur dengan mencantumkan nama pemberi.
Kebijakan ini dimaksudkan untuk mendukung pelestarian lingkungan sekaligus menjadi langkah nyata mitigasi perubahan iklim di lingkungan kampus.
Berdasarkan kebijakan sejumlah perguruan tinggi, beberapa alasan pembatasan karangan bunga dalam acara wisuda dan kegiatan akademik berfungsi mengurangi limbah dekorasi, mendukung program Green Campus, dan pemanfaatan ruang terbuka hijau kampus.
Transformasi ini menunjukkan perubahan budaya di lingkungan pendidikan tinggi. Alih-alih hanya menjadi ruang belajar formal, kampus juga berperan sebagai laboratorium sosial untuk praktik gaya hidup berkelanjutan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang