Kejar Pertumbuhan Ekonomi 6% di 2026, Purbaya: Kita Masuk Fase Ekspansi - SindoNews
Kejar Pertumbuhan Ekonomi 6% di 2026, Purbaya: Kita Masuk Fase Ekspansi
Makin mudah baca berita nasional dan internasional.
Jum'at, 13 Februari 2026 - 18:35 WIB
Menkeu, Purbaya menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 dapat melampaui asumsi dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Foto/Dok
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 dapat melampaui asumsi dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara ( APBN ). Dari target awal sekitar 5,4-5,6%, Ia optimistis laju ekonomi bisa didorong mendekati 6% melalui kebijakan fiskal yang tetap ekspansif.
"Orang-orang kan pertumbuhan ekonomi kita di APB tahun ini berapa? 5,4 persen, tapi saya akan coba dorong ke arah 6 persen, saya pikir dari situ penting," ujarnya dalam acara Indonesia Economic Outlook 2026, di Wisma Danantara, Jumat (13/2/2026).
Menurut Purbaya, pemerintah telah merancang postur fiskal dengan pendapatan negara sekitar Rp3.680 triliun guna menjaga momentum pertumbuhan. Ia menegaskan, seluruh instrumen kebijakan fiskal diarahkan untuk mempertahankan akselerasi ekonomi agar tidak kehilangan daya dorong di tengah dinamika global.
Baca Juga: Menkeu Purbaya Ajak Investor Tidak Takut Keluarkan Uang
Ia menjelaskan, bahwa siklus ekonomi Indonesia secara historis bergerak dalam pola ekspansi dan resesi. Berdasarkan pengamatannya, fase ekspansi biasanya berlangsung 7-10 tahun, disusul periode kontraksi sekitar satu tahun sebelum kembali memasuki fase pertumbuhan.
"Terakhir kita ekspansi dari 2009 sampai 2020, lalu sempat resesi, dan sekarang kita masuk fase ekspansi lagi. Kalau kebijakannya tepat, kita bisa menjaga ekspansi sampai sekitar 2033," ujarnya.
Baca Juga: Ramalan Purbaya Meleset Soal Pertumbuhan Ekonomi, Capai 5,11% Disebut Lumayan
Purbaya juga menyoroti indikator leading economic index yang menurutnya mencerminkan arah ekonomi 6–12 bulan ke depan. Setelah sempat melemah, indikator tersebut disebut mulai menunjukkan tren peningkatan dalam beberapa bulan terakhir, sehingga memperkuat keyakinan terhadap prospek jangka menengah.
Ia menilai kondisi ini menjadi sinyal bahwa fundamental ekonomi domestik masih cukup kuat untuk menopang pertumbuhan lebih tinggi, asalkan kebijakan fiskal dan strategi pengelolaan ekonomi tetap konsisten dan responsif terhadap tantangan global.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Infografis

7 Universitas Islam Negeri Terbaik Masuk Top 100 Nasional Webometrics 2026