0
News
    Home Bangladesh Berita Dunia Internasional Featured Kesehatan Spesial Virus Nipah

    Kematian Akibat Virus Nipah di Bangladesh, Negara-Negara Asia Perketat Pemeriksaan di Bandara - Berita Trans

    3 min read

      

    Kematian Akibat Virus Nipah di Bangladesh, Negara-Negara Asia Perketat Pemeriksaan di Bandara

    • Oleh : Redaksi


    Jakarta – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengonfirmasi kematian seorang wanita di wilayah utara Bangladesh pada bulan lalu akibat infeksi virus Nipah yang mematikan. Menyusul kasus tersebut, sejumlah negara di Asia meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran virus.

    Mengutip laporan The Independent, wanita berusia sekitar 40–50 tahun itu mulai mengalami gejala pada 21 Januari. Gejala awal meliputi demam dan sakit kepala, yang kemudian berkembang menjadi produksi air liur berlebih, disorientasi, serta kejang. Pasien meninggal dunia sekitar satu minggu kemudian dan hasil tes memastikan infeksi virus Nipah sehari setelahnya.

    Baca Juga:
    PT Kereta Api Indonesia (Persero) Menyiapkan Lebih Dari 1,2 Juta Tempat Duduk Selama ANGLEB

    Menurut WHO, pasien tidak memiliki riwayat perjalanan ke luar daerah, namun diketahui mengonsumsi getah pohon kurma mentah, yang diduga menjadi sumber penularan. Sebanyak 35 orang yang sempat melakukan kontak dengan pasien kini berada dalam pemantauan otoritas kesehatan.

    Kasus ini terjadi tidak lama setelah dua infeksi virus Nipah terdeteksi di India. Situasi tersebut mendorong sejumlah negara di Asia untuk memperketat pemeriksaan kesehatan di bandara, termasuk pemeriksaan suhu tubuh penumpang.

    Baca Juga:
    Ribuan Pelanggar Terjaring, 35 Kecelakaan Terjadi Selama Sepekan Operasi Keselamatan Progo 2026 di Bantul

    Virus Nipah merupakan patogen berisiko tinggi yang hingga kini belum memiliki vaksin maupun pengobatan khusus. Meski penularannya antarmanusia relatif sulit, tingkat kematian akibat virus ini dapat mencapai 75 persen. Penularan umumnya terjadi dari hewan ke manusia, terutama dari kelelawar melalui buah atau makanan yang terkontaminasi.

    Penyintas virus Nipah berpotensi mengalami dampak neurologis jangka panjang, seperti kejang berulang dan perubahan kepribadian, menurut Badan Keamanan Kesehatan Inggris.

    Baca Juga:
    Kecelakaan maut Dini Hari Ini Di Bangkalan, Bus AKAP Bertabrakan Dengan Kiper Ungul FC

    Sebagai langkah pencegahan, Indonesia, Malaysia, Thailand, Singapura, dan Pakistan mulai menerapkan pemeriksaan suhu di bandara. Singapura bahkan mewajibkan pekerja migran yang datang dari Benggala Barat untuk menjalani pemeriksaan suhu harian serta pemantauan gejala selama 14 hari.

    Di luar kawasan Asia Selatan, kasus infeksi serupa juga dilaporkan di Filipina. Hasil penyelidikan menunjukkan bahwa infeksi tersebut disebabkan oleh virus Nipah atau strain virus yang sangat mirip.


    Komentar
    Additional JS