0
News
    Home Kasus Kemensos NTT Pendidikan

    Kemensos Kirim Tim Dampingi Keluarga Siswa SD yang Meninggal Bunuh Diri di NTT - Kompas

    5 min read

     

    Kemensos Kirim Tim Dampingi Keluarga Siswa SD yang Meninggal Bunuh Diri di NTT

    JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf menyampaikan pihaknya telah mengirim tim ke rumah duka YBS (10) di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, yang diduga mengakhiri hidup karena ketidakmampuan keluarga membeli buku dan pena.

    "Pertama tentu kita prihatin, tentu kita ikut berduka. Tim kita juga sedang berada di sana (Ngada) untuk melakukan asesmen," kata pria yang akrab disapa Gus Ipul ini, dalam keterangan pers, usai menghadiri acara Sinkronisasi Data Pokok Pendidikan (Dapodik) 66 titik Sekolah Rakyat Tahap 1C di Hotel Grand Travello, Bekasi, Rabu (4/2/2026).

    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

    Terkait kondisi keluarga korban, Gus Ipul menyampaikan bahwa asesmen tim Kemensos di lapangan masih berlangsung.

    Pemerintah membuka peluang dukungan pendidikan bagi saudara korban yang saat ini sedang diasesmen untuk diajak mengenyam pendidikan di Sekolah Rakyat (SR).

    Bukan Perasaan! Ini Alasan HP Makin Lambat

    Baca juga: Siswa SD di NTT Bunuh Diri, Cak Imin Minta Masyarakat Lapor Jika Ada Masalah Ekonomi

    "Sekarang (petugas Kemensos) ada di lapangan, lagi bicara sama orangtuanya dan masih berduka. Ada kakaknya yang akan kita coba untuk bisa bersekolah. Apakah di sekolah-sekolah yang dekat sana atau nanti di Sekolah Rakyat. Masih sedang asesmen di lapangan," ucap dia.

    Gus Ipul menekankan bahwa peristiwa tersebut menjadi pengingat pentingnya penguatan data agar negara dapat memberikan perlindungan dan dukungan yang tepat.

    "Dengan data yang akurat, semuanya bisa diberi perlindungan dan diberikan dukungan yang tepat. Jadi, mudah-mudahan tidak terjadi lagi dan bisa kita mitigasi, kita bisa cegah hal-hal seperti ini ke depan," tutur dia.

    Melalui Inpres Nomor 5/2025 tentang Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), Gus Ipul menuturkan bahwa pemerintah sedang bekerja dalam penguatan data tunggal agar tidak lagi terulang peristiwa serupa di masa depan.

    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

    "Insya Allah makin hari akan tambah akurat. Maka itu Sekolah Rakyat sekali lagi ingin menjangkau keluarga-keluarga yang seperti itu. Kita harapkan ini menjadi pembelajaran bagi kita semua," kata dia.

    Baca juga: Usai Sindiran Prabowo, Menpar Gandeng TNI-Polri Bersihkan Tempat Wisata

    Kemensos melalui Sentra Efata Kupang memberikan santunan dan bantuan dengan total Rp 9 juta bagi keluarga korban.

    Santunan diberikan sebesar Rp 5 juta, bantuan sembako dan nutrisi dengan nominal Rp 1,5 juta, serta dukungan bantuan sandang sebesar Rp 2,5 juta.

    Sementara itu, kedua kakak korban akan diberikan bantuan dukungan belajar keterampilan dan diupayakan untuk dapat bersekolah kembali.

    Kontak bantuan

    Bunuh diri bisa terjadi di saat seseorang mengalami depresi dan tak ada orang yang membantu.

    Jika Anda memiliki permasalahan yang sama, jangan menyerah dan memutuskan mengakhiri hidup. Anda tidak sendiri.

    Baca juga: Pimpinan DPR Dorong APH Dalami Penyebab Anak SD di NTT Bunuh Diri

    Layanan konseling bisa menjadi pilihan Anda untuk meringankan keresahan yang ada.

    Untuk mendapatkan layanan kesehatan jiwa atau untuk mendapatkan berbagai alternatif layanan konseling, Anda bisa simak website Into the Light Indonesia di bawah ini:

    https://www.intothelightid.org/tentang-bunuh-diri/hotline-dan-konseling/

    KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

    Komentar
    Additional JS