Kenapa Banyak Waduk dan Bendungan di Solo Raya? Ini Penjelasan Beserta Fungsinya - Tribunnews
Bicara tentang potensi di Solo Raya, pernahkah Tribuners bertanya-tanya kenapa di sini ada banyak waduk atau bendungan.
Ringkasan Berita:
- Solo Raya memiliki 20 bendungan, 18 dikelola BBWS dan 2 oleh Perum Jasa Tirta I, dengan total air 13 juta m⊃3;.
- Waduk Gajah Mungkur menyimpan sekitar 200 juta m⊃3; air dan melepas 25 m⊃3;/detik untuk irigasi; waduk ini berperan penting dalam pengendalian banjir, irigasi, cadangan air, dan pariwisata.
- Waduk lain di Solo Raya antara lain Cengklik, Kedung Ombo, dan Mulur, masing-masing berfungsi untuk irigasi, pengendalian banjir, perikanan, cadangan air saat kemarau, dan objek wisata.
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Solo Raya terdiri dari Sragen, Karanganyar, Solo, Klaten, Boyolali, Sukoharjo, dan Karanganyar.
Bicara tentang potensi di Solo Raya, pernahkah Tribuners bertanya-tanya kenapa di sini ada banyak waduk atau bendungan.
Solo Raya, wilayah eks-Karesidenan Surakarta di Jawa Tengah, memang memiliki banyak bendungan dan waduk yang berperan penting dalam pengelolaan air, irigasi pertanian, pengendalian banjir, hingga pariwisata.
Baca juga: 5 Rekomendasi Wisata Alam di Wonogiri Jateng untuk Healing Akhir Pekan, Cocok Buat Cari Ketenangan
Kondisi Bendungan di Solo Raya
Tercatat, di Solo Raya terdapat 20 bendungan.
Sebanyak 18 dikelola BBWS, sementara 2 lainnya, yakni Bendungan Wonogiri (Waduk Gajah Mungkur) dan Bendungan Mulur, dikelola Perum Jasa Tirta I.
Saat ini, total air yang tersimpan di 18 bendungan BBWS mencapai 13 juta meter kubik, yang cukup untuk mengairi 11.016 hektar lahan pertanian selama dua bulan ke depan.
Bendungan tersebut tersebar di Kabupaten Klaten, Karanganyar, Sragen, Boyolali, Wonogiri, dan Sukoharjo.
Dari 18 bendungan, beberapa masih surplus air, misalnya Songputri, Krisak, Jombor, Kedunguling, Lalung, Blimbing, dan Kembangan.
Sementara sembilan bendungan lain mengalami kondisi kritis akibat kemarau, seperti Prangjoho, Ngancar, Plumbon, Cengklik, Delingan, Botok, Brambang, Gebyar, dan Ketro.

Peran Waduk Gajah Mungkur
Waduk Gajah Mungkur, salah satu yang dikelola Perum Jasa Tirta I, masih menyimpan sekitar 200 juta meter kubik air.
Pelepasan air untuk irigasi melalui jaringan Colo Barat dan Timur dilakukan sebesar 25 meter kubik per detik.
Waduk adalah danau buatan manusia dengan berbagai fungsi, mulai dari pengendalian banjir, penyimpanan air, irigasi, hingga objek wisata. Berikut beberapa waduk penting di Solo Raya dan fungsinya:
Lokasi: Wonogiri
Fungsi: Pengendali banjir, sumber irigasi ribuan hektar lahan pertanian, cadangan air baku, dan pariwisata.
Dibangun: Era 1980-an
2. Waduk Cengklik
Lokasi: Boyolali
Fungsi: Penampung air untuk irigasi, perikanan, dan pariwisata.
Luas: ±300 hektar
3. Waduk Kedung Ombo
Lokasi: Sragen, Boyolali, Grobogan
Fungsi: Irigasi, air baku, pengendalian banjir, perikanan, dan kawasan wisata.
Dibangun: 1980–1991
4. Waduk Mulur
Lokasi: Sukoharjo
Fungsi: Menyimpan cadangan air saat kemarau dan mendukung irigasi lokal.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/pemandangan-waduk-cengklik.jpg)