0
News
    Home Berita Featured Heart Troops Spesial

    Koleksi Busana Diduga Diplagiat, Brand Lokal Heart Troops Ambil Langkah Hukum - Wolipop

    6 min read

     

    Koleksi Busana Diduga Diplagiat, Brand Lokal Heart Troops Ambil Langkah Hukum

    Fashion Show Heart Troops di Ramadan Pret-A-Porter di PIK 2. Foto: Andhika Prasetia/detikFoto.
    Jakarta -

    Jenama fashion lokal Heart Troops angkat bicara menanggapi maraknya praktik plagiarisme yang menyerupai desain-desain ikonik brand mereka. Alih-alih merasa terpuruk, brand yang dikenal dengan permainan warna berani ini memilih untuk melihat fenomena tersebut sebagai bukti bahwa mereka telah menjadi trendsetter di industri fashion.

    Sebagai langkah preventif, brand yang didirikan oleh Shinta Puspita Anggraini ini memastikan koleksi-koleksi strategis mereka telah terdaftar secara hukum untuk melindungi kekayaan intelektual perusahaan. Rina Nur Indasari, selaku Business Development & Marketing Sales Director Heart Troops, juga menjelaskan bahwa pihaknya sudah sempat memberikan tanggapan melalui konten media sosial.

    Fashion Show Heart Troops di PIKFashion Show Heart Troops di PIK 2. Foto Anastasia Maria sebagai Creative Product Development Coordinator. Foto: Andhika Prasetia/detikFoto.

    "Kita melihatnya beberapa brand itu, dia mungkin terinspirasi aja dari Heart Troops gitu," ujar Rina kepada Wolipop saat di acara Ramadan Pret-A-Porter, Pantai Indah Kapuk, Jakarta, baru-baru ini.

    Meski begitu, ia menegaskan bahwa langkah hukum tetap berjalan untuk kasus plagiarisme yang sudah melewati batas standarisasi. Brand tersebut juga sudah mendaftarkan HAKI (Hak Kekayaan Intelektual) untuk karya mereka.

    "Yang bisa kita sue, kita sue. Memang itu ada beberapa waktu itu secara internal dengan legal kita juga kita sue gitu," tambahnya.

    Di sisi lain, Anastasia Maria sebagai Creative Product Development Coordinator yang membidani lahirnya desain-desain unik Heart Troops, mengaku lebih memilih fokus pada pengembangan kreativitas daripada pusing memikirkan para peniru. Menurutnya, karakter Heart Troops yang bold dan berani menabrak motif adalah sesuatu yang sulit diduplikasi secara sempurna.

    Fashion Show Heart Troops di PIKFashion Show Heart Troops di Ramadan Pret-A-Porter di PIK 2. Foto: Andhika Prasetia/detikFoto.

    "Jadi memang ciri khasnya Heart Troops sendiri tuh selain patternnya yang mungkin dari segi kayak lengannya beda samping kanan kiri aja beda gitu, nggak sama. Terus kayak nabrak antara bunga tiba-tiba ada kotak-kotak gitu kan. Terus perpaduan warnanya yang nggak senada," jelas Anastasia.

    Bagi tim kreatif, kehadiran para peniru justru menjadi bahan renungan internal untuk menciptakan sesuatu yang lebih out of the box. Anastasia menekankan bahwa loyalitas pelanggan tetap menjadi kunci utama.

    "Menurut aku walaupun teridentifikasi mirip, tapi pasti nggak akan sama. Dan loyal-loyal customer juga pasti tau sih kayak, oh ini yang memang originalnya Heart Troops pasti yang kayak gini," sautnya.

    Fashion Show Heart Troops di PIKFashion Show Heart Troops di Ramadan Pret-A-Porter di PIK 2. Foto: Andhika Prasetia/detikFoto.

    Selain soal plagiarisme, Heart Troops juga menjawab pertanyaan netizen mengenai harga produk yang dianggap cukup tinggi. Rina Nur Indasari menjelaskan bahwa harga tersebut berbanding lurus dengan nilai kepraktisan yang ditawarkan melalui konsep one set.

    "Harganya katanya kok mahal banget. Sebenernya kalo dilihat kayak satu set ini 1,6 juta. Sebenernya tuh dibagi tiga pieces gitu kan. Jadi kayak ada dapet dalemannya, dapet vest-nya, dapet celananya. Cuman kita bikin lebih compact aja supaya nggak mikir mix and match-nya lagi," urai Rina. Strategi ini diambil untuk memudahkan konsumen yang ingin tampil modis tanpa perlu bingung memadupadankan pakaian.

    Menutup pembicaraan, tim Heart Troops sepakat bahwa tahun 2026 adalah momentum untuk memberikan nilai lebih (value) kepada pelanggan. Tak hanya soal fashion, brand ini juga mengedepankan kampanye kemanusiaan melalui program Heart2Heart.

    "Nama Heart Troops sendiri itu kan pejuang jantung gitu. Nah kebetulan di balik kisah itu ada kisah anaknya Mbak Sinta (pemilik Heart Troops). Kita punya program namanya Heart2Heart. Jadi campaign CSR-nya Heart Troops. Kita pengen mensupport untuk anak-anak yang punya kelainan jantung gitu," tutup Rina.

    (gaf/eny)

    Komentar
    Additional JS