0
News
    Home Berita Featured India KSPI Pikap Spesial

    KSPI: Impor 105 Ribu Mobil Pikap Ancam Kelangsungan Kerja Puluhan Ribu Buruh RI - Viva

    5 min read

     

    KSPI: Impor 105 Ribu Mobil Pikap Ancam Kelangsungan Kerja Puluhan Ribu Buruh RI

    Jakarta, VIVA – Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal mengatakan, rencana impor 105 ribu unit kendaraan pikap dari India, berpotensi mengancam kelangsungan kerja puluhan ribu buruh di industri otomotif nasional.

    Sebab, Dia memperkirakan jika produksi 105 ribu unit mobil pikap itu dilakukan di dalam negeri, hal itu bisa membantu menyerap setidaknya 10 ribu tenaga kerja baru dalam periode 6 bulan hingga 1 tahun produksi.

    GULIR UNTUK LANJUT BACA

    "Kalau diproduksi di Indonesia, itu bisa menyerap lebih dari 10 ribu tenaga kerja. Belum lagi industri suku cadang dan maintenance yang ikut bergerak. Penyerapan tenaga kerjanya akan panjang," kata Said dalam keterangannya, dikutip Rabu, 25 Februari 2026.

    Presiden Partai Buruh, Said Iqbal di Kompleks Istana Kepresidenan

    Photo :

    Menurutnya, masuknya 105 ribu unit pikap impor akan membuat output produksi pabrik otomotif dalam negeri menurun, yang pada akhirnya berpotensi memicu pengurangan kontrak kerja hingga PHK.

    img_title

    "Anggota kami di produsen-produsen mobil sudah datang dan menyampaikan langsung. Ada potensi PHK karena output produksi bisa turun akibat impor 105 ribu pick-up dari India," ujar Said.

    Dia menyampaikan, KSPI dan Partai Buruh meminta pemerintah membatalkan rencana impor tersebut, dan menyerahkannya kepada produsen otomotif yang memiliki pabrik atau fasilitas produksi di dalam negeri.

    Said menambahkan, sejumlah produsen otomotif seperti Hino, Isuzu, Suzuki, Toyota, hingga Mitsubishi, memiliki kapasitas teknologi dan produksi yang memadai untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Apabila persoalan harga menjadi pertimbangan, menurutnya pemerintah dapat melakukan negosiasi spesifikasi.

    "Kalau harga dianggap mahal, spesifikasinya bisa disesuaikan. Fitur otomatis bisa jadi manual, dashboard digital bisa disederhanakan. Tinggal negosiasi. Jangan malah impor," ujarnya.

    GULIR UNTUK LANJUT BACA

    Diketahui, sebelumnya PT Agrinas Pangan Nusantara berencana melakukan impor 105 ribu unit kendaraan pikap dari India untuk mendukung operasional koperasi desa (kopdes) merah putih.

    Impor tersebut terdiri atas 35 ribu unit mobil pikap 4x4 produksi Mahindra & Mahindra Ltd (M&M), 35 ribu unit pikap 4x4 dari Tata Motors, serta 35 ribu unit truk roda enam dari produsen yang sama. Pengiriman kendaraan dilakukan secara bertahap sepanjang 2026.


    Komentar
    Additional JS