0
News
    Home Berita Featured Kasus Petasan Spesial

    Ledakan Petasan di Jateng Terungkap 36 Tersangka Disidik, Anak di Bawah Umur Terlibat Dalam Bahaya Meracik Bahan Kimia - qoo10

    4 min read

     

    Ledakan Petasan di Jateng Terungkap 36 Tersangka Disidik, Anak di Bawah Umur Terlibat Dalam Bahaya Meracik Bahan Kimia

    Sebanyak enam ledakan petasan terjadi di wilayah Jawa Tengah selama bulan Ramadan. Peristiwa ini memicu penyelidikan yang kemudian menetapkan 36 orang sebagai tersangka terkait peredaran dan pembuatan petasan tersebut.

    Kepala Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Tengah, Kombes Muhammad Anwar Nasir, menyampaikan bahwa ledakan terjadi di enam daerah berbeda. Lokasi insiden meliputi Kabupaten Boyolali, Grobogan, Kendal, Banjarnegara, Wonosobo, dan Kota Pekalongan.

    Tim kepolisian mencatat ada 12 korban luka akibat ledakan tersebut. Ironisnya, sebagian korban juga diduga terlibat langsung dalam pembuatan petasan saat insiden meledak. Hal ini menunjukkan risiko tinggi yang dihadapi para pelaku dalam proses meracik bahan berbahaya tersebut.

    Dari hasil pemeriksaan, beberapa tersangka masih berstatus anak di bawah umur. Penanganan untuk mereka dilakukan oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dengan mengikuti prosedur hukum yang berlaku. Para korban berumur muda itu juga sedang menjalani perawatan medis di fasilitas kesehatan.

    Bahan utama yang digunakan untuk membuat petasan sebenarnya merupakan produk legal. Komposisinya terdiri dari bahan-bahan seperti sulfur, kalium klorat, benzoat, aluminium powder, dan karbon yang biasanya dipakai dalam sektor pertanian dan industri. Namun, jika dicampur tanpa pengawasan dan keahlian, bahan tersebut sangat mudah meledak secara tidak terkendali.

    Operasi Pekat Candi 2026 menjadi agenda utama kepolisian untuk menindak masalah ini. Selain penindakan hukum, operasi juga mengutamakan upaya pencegahan dengan mendata tempat-tempat penjualan bahan kimia tertentu. Kepolisian juga memberikan imbauan kepada masyarakat untuk lebih waspada terhadap penggunaan bahan berbahaya.

    Kombes Muhammad Anwar Nasir mengajak seluruh masyarakat, terutama orang tua, untuk mengawasi aktivitas anak-anak mereka. Ramadan, yang seharusnya menjadi waktu fokus ibadah dan spiritual, tidak boleh ternoda oleh insiden berbahaya seperti ledakan petasan.

    Berikut rincian lokasi ledakan petasan dan jumlah korban luka:
    1. Kabupaten Boyolali
    2. Kabupaten Grobogan
    3. Kabupaten Kendal
    4. Kabupaten Banjarnegara
    5. Kabupaten Wonosobo
    6. Kota Pekalongan

    Polisi menegaskan proses hukum terhadap seluruh tersangka akan berjalan sesuai prosedur. Penanganan kasus anak di bawah umur tetap memperhatikan perlindungan hukum khusus sesuai ketentuan. Upaya pencegahan terhadap kemungkinan ledakan petasan di masa depan menjadi fokus tambahan selain penegakan hukum.

    Polda Jawa Tengah berkomitmen untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama bulan Ramadan. Pengawasan terhadap peredaran bahan peledak ilegal terus ditingkatkan. Masyarakat diimbau membantu memberikan informasi jika mengetahui aktivitas mencurigakan terkait barang berbahaya tersebut.

    Baca selengkapnya di: jateng.jpnn.com

    Komentar
    Additional JS