Mengapa Kopdes Merah Putih Memilih Mahindra India Ketimbang Legenda Jepang?- SindoNews
Mengapa Kopdes Merah Putih Memilih Mahindra India Ketimbang Legenda Jepang?
Makin mudah baca berita nasional dan internasional.
Jum'at, 20 Februari 2026 - 15:05 WIB
Mahindra Scorpio Pikup Double Cabin bakal dipakai untuk memperkuat rantai pasok pertanian desa, mengandalkan sistem penggerak roda 4x4. Foto: Mahindra
JAKARTA - Langkah kontroversial diambil PT Agrinas Pangan Nusantara dengan mengimpor 35.000 unit pikap Mahindra Scorpio dari India untuk memperkuat Proyek Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih.
Keputusan ini menandai pergeseran arah kebijakan alat angkut pedesaan, dari yang sebelumnya didominasi kendaraan niaga ringan konvensional seperti Mitsubishi Fuso dan Suzuki Carry buatan Jepang, menjadi buatan India.
Masuknya Mahindra Scorpio dalam jumlah masif ini didorong oleh mandat Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 7/2026 yang mengalokasikan 58 persen atau Rp34,57 triliun dana desa untuk implementasi Kopdes Merah Putih.
Dana jumbo tersebut menuntut ketersediaan unit yang tidak hanya mampu mengangkut beban, tetapi juga sanggup menembus rantai pasok dari petani di wilayah terpencil langsung ke pasar tanpa hambatan kontur jalan.
CEO Divisi Otomotif Mahindra & Mahindra Ltd, Nalinikanth Gollagunta, menyebut pesanan ini sebagai rekor ekspor terbesar sepanjang sejarah perusahaan.
Jika dibandingkan dengan penguasa pasar pikap di Indonesia, Mahindra Scorpio membawa spesifikasi yang berada.
Dibanding Suzuki Carry yang ekonomis, Scorpio dibekali mesin turbo diesel 2,2 liter mHawk berkekuatan 140 HP dan torsi 320 Nm pada 1500-2800 rpm.
Sebagai komparasi, mesin diesel konvensional di kelasnya biasanya hanya bermain di angka tenaga yang lebih rendah.
Keunggulan paling mencolok adalah sistem penggerak 4WD dengan fitur Shift On The Fly. Fitur ini memungkinkan pengemudi mengubah mode penggerak roda saat kendaraan sedang melaju.
Untuk kebutuhan logistik di desa yang kerap menghadapi jalan tanah, licin, dan berlumpur, fleksibilitas Scorpio bisa jadi solusi masuk akal, tapi atau malah overkill atau berlebihan.
Dari sisi dimensi dan kapasitas, Scorpio Pikup Double Cabin memiliki panjang sekitar 5.118 mm dengan ground clearance mencapai 210 mm, jauh lebih tinggi untuk melibas gundukan jalan dibanding pikap rata-rata.
Meski Mitsubishi Fuso dikenal sebagai "raja muatan" karena dek luasnya, Scorpio menawarkan towing capacity hingga 2.500 kg.
Mahindra Scorpio sudah dibekali 4-Channel ABS, dual front airbags (kapasitas 90 liter untuk penumpang dan 40 liter pengemudi), hingga pengait ISOFIX pada kursi belakang.
Varian Double Cabin ini dipasarkan dengan harga sekitar Rp318 juta (OTR) di Indonesia.
Kemitraan Agrinas dan Mahindra ini bukan sekadar soal pengadaan kendaraan, melainkan taruhan besar pada produktivitas desa.
Mesin transmisi manual 6-percepatan terbaru (All New 6MT 320), Scorpio menjanjikan perpindahan gigi lebih halus untuk kenyamanan operasional harian. Tapi, belum terbukti kehandalannya dalam melibas jalanan Indonesia. Terlebih, dengan dukungan sparepart atau suku cadangnya.
Jika 35.000 unit ini sukses beroperasi, maka jelas akan kesulitan untuk melakukan servis berkala. Sebab, dari situs resminya, Mahindra hanya memiliki 5 bengkel resmi di Indonesia. Yakni di Bandung, Jambi, Kalimantan Selatan, dan Samarinda.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Infografis

Logo HUT ke-80 RI, Ini Penjelasan Angka 80 Warna Merah-Putih dengan Garis Infinity