0
News
    Home Badan Gizi Nasional Berita Featured Makan Bergizi Gratis Mensos Spesial

    Mensos dan Kepala BGN Matangkan Skema MBG Lansia-Penyandang Disabilitas - SindoNews

    5 min read

     

    Mensos dan Kepala BGN Matangkan Skema MBG Lansia-Penyandang Disabilitas


    Makin mudah baca berita nasional dan internasional.

    l

    Kamis, 26 Februari 2026 - 12:49 WIB


    Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul bertemu Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana di Kantor BGN, Jakarta, Kamis (26/2/2026). Foto: Binti Mufarida

    JAKARTA - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul dan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana terus mematangkan skema pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi kalangan lanjut usia (lansia) dan penyandang disabilitas.

    "Alhamdulillah hari ini saya berkoordinasi dengan Kepala BGN Prof Dadan mematangkan makan bergizi gratis khusus untuk lansia dan penyandang disabilitas. Saya bersyukur karena konsepnya makin matang dan sudah ketemu kira-kira bagaimana bentuk kerjasamanya,” ujar Gus Ipul usai bertemu Kepala BGN di Kantor BGN, Jakarta, Kamis (26/2/2026).

    Baca juga: MBG Bantu Wujudkan Generasi Sehat Indonesia

    Program MBG bagi lansia dan penyandang disabilitas ini melanjutkan dari program permakanan yang selama ini telah dijalankan Kemensos. Sebelumnya, bantuan makanan siap santap bagi lansia dan penyandang disabilitas telah disalurkan melalui para pendamping sosial dan kelompok masyarakat (Pokmas) di daerah. Kini, skema MBG nasional akan dipadukan agar cakupannya lebih luas dan standar gizinya lebih terukur.

    Gus Ipul menuturkan penyediaan makanan akan memanfaatkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) milik BGN yang tersebar di daerah. Sementara, penjangkauan kepada penerima manfaat tetap dilakukan melalui mekanisme layanan sosial Kemensos yang sudah berjalan.

    “Nanti yang melayani tetap SPPG, sementara yang mengantar nanti dari Pokmas atau dari caregiver,” katanya.

    Sasaran program ini lansia dan penyandang disabilitas yang tercatat dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), khususnya kelompok desil 1-5. Diprioritaskan bagi lansia rentan serta penyandang disabilitas berat yang memiliki keterbatasan dalam pemenuhan kebutuhan dasar sehari-hari, sehingga memerlukan dukungan pemenuhan gizi secara langsung.

    Kepala BGN Dadan Hindayana menilai sinergi tersebut akan mempermudah jangkauan layanan bagi kelompok rentan, terutama karena jaringan SPPG sudah tersedia di berbagai wilayah di Indonesia.

    “Saya kira apa yang sebenarnya jadi tugas Mensos selama ini dengan hadirnya SPPG di setiap wilayah akan dipermudah, karena SPPG ada di setiap wilayah radius rata-rata 4 Km,” ujar Dadan.

    Pembagian peran antara BGN dan Kemensos membuat proses penyediaan hingga distribusi makanan dapat berjalan lebih efektif. “Penyediaan makanan bisa diambil dari SPPG, kemudian yang mengantarkan tetap petugas dari Kementerian Sosial yaitu Pokmas atau caregiver. Jadi ini sinergi yang bagus mengoptimalkan fasilitasnya,” ungkapnya.

    (jon)

    wa-channel

    Follow WhatsApp Channel SINDOnews untuk Berita Terbaru Setiap Hari

    Follow

    Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!

    Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya

    Infografis

    7 Wilayah AS yang Diperoleh...

    7 Wilayah AS yang Diperoleh dengan Membeli dan Merebut dari Negara Lain

    Komentar
    Additional JS