0
News
    Home Berita BPJS BPJS kesehatan BPJS PBI Featured Mensos Spesial

    Mensos Ungkap 15 Juta Warga Mampu Tercatat sebagai Penerima BPJS PBI - Kompas

    5 min read

     

    Mensos Ungkap 15 Juta Warga Mampu Tercatat sebagai Penerima BPJS PBI

    JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengungkap, 15 juta lebih warga yang tergolong dalam desil 6 sampai 10 tercatat sebagai penerima Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK).

    Desil 6 sampai 10 sendiri artinya adalah masyarakat Indonesia yang tergolong menengah sampai kaya.

    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

    Data tersebut disampaikan Gus Ipul dalam rapat konsultasi di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (9/2/2026).

    Baca juga: Mensos Tegaskan Tak Kurangi Jatah Penerima BPJS Kesehatan PBI, tapi Direlokasi

    Rapat tersebut turut diikuti oleh pimpinan DPR, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa, hingga Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti.

    6 Planet Ini Akan Berjejer di Langit Indonesia 28 Februari 2026

    "Desil 6 sampai 10 dan non-desil, mencapai 15 juta lebih, di mana yang lebih mampu terlindungi," ujar Gus Ipul dalam rapat, Senin.

    Justru sebaliknya, sekitar 54 juta masyarakat yang tergolong dalam Desil 1 sampai 5 justru tidak terdaftar sebagai PBI BPJS Kesehatan.

    Baca juga: Dasco Panggil Mensos, Menkes, hingga Purbaya Bahas Kisruh BPJS PBI

    Pengertian desil 1 sampai 5 sendiri adalah desil 1 (sangat miskin), desil 2 (miskin), desil 3 (hampir miskin), dan desil 4 (rentan miskin).

    "Desil 1 sampai 5 yang belum menerima PBI cukup besar yaitu sebesar 54 juta jiwa lebih," ujar Gus Ipul.

    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

    Dalam kesempatan tersebut, ia mengakui bahwa Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) milik Kementerian Sosial (Kemensos) belumlah sempurna.

    Baca juga: Penonaktifan BPJS Kesehatan PBI, Kenapa Bisa Terjadi?

    Terlihat pada 2025, di mana Kemensos hanya mampu memverifikasi sekitar 12 juta keluarga, padahal seharusnya lebih dari 35 juta keluarga.

    "Maka itulah kita kemudian kerja sama dengan daerah untuk melakukan verifikasi dan validasi cepat. Tetapi saya rasa itu masih belum cukup, dan seharusnya harus ada lagi suatu upaya yang lebih nyata sehingga data kita makin tahun makin akurat," sambung Gus Ipul.

    Dampaknya, terdapat pengalihan secara bertahap dari bulan Mei 2025 sampai Januari 2026 oleh Kemensos, yang membuat inclusion dan exclusion error turun signifikan.

    Baca juga: Jaminan BPJS Kesehatan untuk Peserta PBI: Tetap Bisa Berobat meski Dinonaktifkan

    Exclusion error adalah orang yang seharusnya mendapatkan PBI tapi tidak mendapatkan PBI. Sementara inclusion error adalah orang yang seharusnya tidak mendapatkan PBI malah justru mendapatkan PBI.

    "Jadi alhamdulillah sebenarnya kalau kita berpedoman pada desil, error-nya semakin kecil. Masih ada yang di atas desil 5 dan desil belum di-ranking karena hasil reaktivasi termasuk 6.000 penderita penyakit katastropik dan bayi baru lahir yang seharusnya di-cover oleh PBI JK," jelas Gus Ipul.

    KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

    Komentar
    Additional JS