0
News
    Home Berita Featured Gizi Makan Bergizi Gratis Romadhon Spesial

    Menu MBG Ramadan di Magetan Disorot Warganet, Nilai Anggaran dan Kandungan Gizi Dipertanyakan - berotajatim

    4 min read

     

    Menu MBG Ramadan di Magetan Disorot Warganet, Nilai Anggaran dan Kandungan Gizi Dipertanyakan


    Magetan (beritajatim.com) – Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan selama bulan Ramadan di wilayah Magetan menjadi sorotan warganet.

    Sejumlah komentar di media sosial mempertanyakan kesesuaian nilai anggaran dengan isi paket makanan yang diterima siswa, hingga kandungan gizinya.

    Berdasarkan foto yang beredar di platform facebook pada Senin (23/2/2026), satu paket MBG Ramadan berisi satu potong jagung rebus, satu buah jeruk, sebungkus kecil kacang tanah, dua hingga tiga butir kurma, serta dua butir telur puyuh. Seluruh item dikemas dalam plastik terpisah.

    Sejumlah netizen menilai komposisi tersebut tidak mencerminkan menu makan utama. Kritik yang muncul di antaranya menyoroti dugaan nilai anggaran per porsi sebesar Rp15 ribu yang dianggap tidak sebanding dengan isi paket.

    “Masak kaya gitu 15 ribu bos,” tulis salah satu akun. Komentar lain menyebut, “Di total cuma 3 ribunya,” serta mempertanyakan transparansi penggunaan anggaran.

    “Gjuk koq kepala sppg nasional nek omong menyiapkan generasi emas dengan MBG lha wong mbgne jauh dari kata bergizi trus unine MBG kalau dihentikan selama Ramdhan akan mempengaruhi keseimbangan gizi anak Oalah pak pak ketua sppg sek bergizi jajane anakku pak,” tulis pemilik akun Lusye Amalia.

    “Trus makan jagung pas sudah maghrib apa msh layak jd makanan brgizi?yg mungkin masaknya dari semalem,” tulis pemilik akun Charat Tembakau.

    “Nek program e bagus…petugas e seng ruwet…beda daerah beda nek menehi…untung e anak ku petugas e gak patio ruwet..roti 2,kacang, jeruk, kurma,belimbing,ayam, tahu, tempe,” tulis pemilik akun Tim Hiragana.

    Pantauan beritajatim.com, sejumlah orang tua siswa memposting menu MBG yang didapat anak-anak mereka. Menunya pun variatif.

    Ada yang berupa sebungkus roti, satu buah salak, susu kotak, dan sepotong tempe bacem di kawasan Kecamatan Lembeyan. Ada pula satu buah jeruk, sebungkus kacang telur, 4 buah roti bolu, dan satu telur asin di wilayah Kecamatan Ngariboyo.

    Selain soal harga, kandungan gizi juga menjadi perdebatan. Beberapa warganet menilai menu tersebut lebih menyerupai takjil ringan ketimbang makanan bergizi lengkap. Mereka menyoroti tidak adanya lauk sumber protein hewani seperti telur, ayam, atau ikan dalam paket tersebut.

    Secara komposisi, menu didominasi sumber karbohidrat dari jagung, roti, dan kurma, serta tambahan protein nabati dari kacang tanah. Buah jeruk menjadi satu-satunya sumber vitamin C dalam paket tersebut.

    Jika dihitung secara kasar berdasarkan porsi umum, total energi dari menu tersebut diperkirakan berkisar antara 375 hingga 450 kilokalori. Namun, tanpa rincian standar porsi resmi, angka tersebut masih bersifat estimasi.

    Sejumlah komentar juga membandingkan menu MBG di daerah lain yang disebut lebih lengkap. Perbedaan itu memunculkan pertanyaan publik terkait standar menu dan pengawasan pelaksanaan program di tiap wilayah.

    Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak penyelenggara di Magetan terkait standar komposisi menu Ramadan maupun rincian anggaran per porsi yang digunakan.

    Program MBG sendiri digadang-gadang sebagai upaya pemenuhan gizi anak sekolah. Namun, sorotan warganet terhadap menu Ramadan di Magetan menunjukkan pentingnya transparansi anggaran dan kejelasan standar gizi agar tujuan program dapat dipahami publik secara utuh. [fiq/ted]

    Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Indeks Berita

    Komentar
    Additional JS