Mobil Sport Ikonik Jepang Ini Kini Bisa Diimpor - Viva
Jakarta, VIVA – Kabar menggembirakan datang bagi para penggemar mobil sport Jepang dan kolektor kendaraan langka.
Tommykaira ZZ, mobil sport ringan asal Jepang yang selama puluhan tahun nyaris mustahil dimiliki di luar negaranya, kini resmi bisa diimpor secara legal, khususnya ke Amerika Serikat.
Mobil Sport Tommykaira ZZ
- Car and Driver
Hal ini terjadi karena mobil tersebut telah memenuhi ketentuan usia kendaraan sesuai regulasi impor internasional.
Bagi komunitas pecinta JDM (Japanese Domestic Market), Tommykaira ZZ bukan sekadar mobil langka, tetapi simbol ambisi besar sebuah tuner Jepang yang pernah menantang dominasi merek sport mapan.
Profil Tommykaira ZZ: Mobil Sport Ringan yang Unik
Tommykaira ZZ dikembangkan pada pertengahan hingga akhir 1990-an oleh perusahaan tuning Jepang Tommykaira, yang didirikan oleh Yoshikazu Tomita dan Kikuo Kaira.
Berbeda dengan kebanyakan tuner, Tommykaira berani melangkah lebih jauh dengan membangun mobil sport mereka sendiri dari nol.
ZZ mengusung konsep lightweight sports car, dengan bodi kecil, struktur sederhana, dan fokus utama pada sensasi berkendara. Mobil ini menggunakan mesin 2.0 liter empat silinder buatan Nissan yang ditempatkan di posisi tengah, menghasilkan tenaga di kisaran 180–190 hp, tergantung spesifikasi.
Berkat bobotnya yang sangat ringan bahkan lebih ringan dibanding beberapa rival Eropa Tommykaira ZZ dikenal memiliki rasio tenaga terhadap bobot yang impresif, membuatnya sangat responsif dan menyenangkan di lintasan maupun jalan berliku.
Produksi Terbatas dan Status Super Langka
Tommykaira ZZ diproduksi dalam jumlah sangat terbatas, hanya beberapa ratus unit, dan mayoritas dijual di Jepang serta sebagian kecil di pasar tertentu seperti Inggris.
Produksi yang singkat dan distribusi terbatas membuat mobil ini jarang terlihat di jalan raya, bahkan di negara asalnya.
Meski begitu, nama Tommykaira ZZ justru populer di kalangan penggemar otomotif global berkat kemunculannya di berbagai video game balap, salah satunya seri Gran Turismo, yang membuatnya dikenal sebagai mobil “legendaris tapi sulit dimiliki”.
Alasan Sebelumnya Sulit Diimpor
Selama bertahun-tahun, Tommykaira ZZ tidak dapat diimpor ke Amerika Serikat karena tidak memenuhi standar keselamatan dan emisi modern yang diwajibkan bagi mobil baru.
Selain itu, mobil ini tidak pernah dipasarkan secara resmi di AS, sehingga tidak memiliki sertifikasi federal.
Kondisi tersebut membuat proses legalisasi menjadi sangat rumit dan mahal, bahkan hampir mustahil dilakukan oleh individu.
Aturan 25 Tahun Membuka Jalan
Perubahan besar terjadi karena penerapan aturan 25 tahun, yaitu regulasi yang mengizinkan kendaraan berusia minimal 25 tahun untuk diimpor tanpa harus memenuhi standar keselamatan dan emisi terkini.
Karena Tommykaira ZZ pertama kali diproduksi pada akhir 1990-an, maka mulai tahun ini mobil tersebut telah melampaui batas usia yang disyaratkan.
Artinya, Tommykaira ZZ generasi awal kini legal diimpor dan didaftarkan, setidaknya di negara-negara yang menerapkan aturan serupa seperti Amerika Serikat.
Dampak bagi Kolektor dan Pasar Mobil Klasik
Legalnya impor Tommykaira ZZ diperkirakan akan meningkatkan minat kolektor global terhadap mobil ini. Statusnya sebagai mobil sport Jepang langka, diproduksi terbatas, dan memiliki sejarah unik membuat nilainya berpotensi meningkat di pasar mobil klasik.
Bagi kolektor, ZZ menawarkan pengalaman berbeda dari mobil sport Jepang mainstream, karena mengusung filosofi berkendara murni yang lebih dekat ke mobil track-oriented dibandingkan grand tourer.
Legalnya impor Tommykaira ZZ menandai momen penting bagi dunia otomotif klasik dan komunitas JDM. Mobil sport Jepang yang selama ini hanya menjadi legenda di majalah dan video game kini resmi bisa dimiliki secara legal oleh kolektor internasional.
Mobil Sport Tommykaira ZZ
- Car and Driver
Bukan hanya soal nostalgia, kehadiran Tommykaira ZZ di pasar global juga menjadi pengingat bahwa Jepang pernah melahirkan mobil sport eksperimental yang berani, ringan, dan sangat fokus pada kesenangan berkendara sebuah filosofi yang kini semakin langka.