Nah, Netanyahu Mulai Waswas dengan Kemajuan Militer Mesir - inews
TEL AVIV, iNews.id - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu waswas dengan peningkatan kemampuan militer Mesir. Dia menyerukan pencegahan peningkatan kekuatan militer Mesir yang berlebihan karena bisa menjadi ancaman baru bagi Israel.
"Militer Mesir sedang membangun kekuatan, dan ini perlu dipantau," kata seorang sumber pejabat Israel kepada surat kabar Hayom, menirukan pernyataan Netanyahu, dikutip Jumat (6/2/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan Netanyahu saat diskusi tertutup di komite luar negeri dan pertahanan parlemen Knesset.
"Kita memiliki hubungan dengan Mesir, tapi kita harus mencegah peningkatan kekuatan militer berlebihan," ujar Netanyahu, lagi.
Laporan Hayom juga mengungkap, terlepas dari ketegangan itu, Israel dan Mesir menandatangani perjanjian gas senilai hampir 35 miliar dolar AS pada 17 Desember 2025. Netanyahu saat itu mengumumkan, pemerintahnya menyetujui kesepakatan gas dengan Mesir menggambarkannya sebagai yang terbesar dalam sejarah Israel.
Mesir dan Israel menandatangani perjanjian perdamaian di Washington DC pada 26 Maret 1979, menyusul Kesepakatan Camp David pada 1978. Perjanjian tersebut mengakhiri perang antara kedua negara, menormalisasi hubungan, dan penarikan penuh pasukan militer dan sipil Israel dari Semenanjung Sinai, yang ditetapkan sebagai zona demiliterisasi berdasarkan perjanjian tersebut.