tirto.id - Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menyiapkan kebijakan berupa perpanjangan tenor cicilan rumah subsidi hingga 30 tahun. Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memperluas akses kepemilikan hunian terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) maupun masyarakat berpenghasilan tanggung (MBT).

Menteri PKP, Maruarar Sirait (Ara), menyampaikan perpanjangan tenor itu menjadi terobosan program pembiayaan perumahan nasional.

“Selama ini tenor maksimal 15 atau 20 tahun. Sekarang kami perpanjang sampai 30 tahun supaya cicilan makin ringan. Ini bentuk nyata keberpihakan pemerintah kepada rakyat,” ujarnya dalam keterangan yang diterima, Kamis (26/2/2026).

Ia menyebutkan kebijakan itu melengkapi berbagai kemudahan yang sebelumnya telah diterapkan. Misalnya, pembebasan bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB).

Lalu, pembebasan persetujuan bangunan gedung (PBG) untuk MBR, serta PPN ditanggung pemerintah (DTP) untuk pembelian rumah atau apartemen baru senilai hingga Rp2 miliar yang diperpanjang hingga tahun 2027.

Ara menyatakan pemerintah juga tengah menyiapkan skema pembiayaan khusus bagi MBT berupa suku bunga tetap 7 persen selama 15 tahun dan tenor hingga 30 tahun.

Calon penghuni disebut cukup menyiapkan uang muka (down payment/DP) sebesar 1 persen, sementara pemerintah menanggung PPN sepenuhnya dan memberikan subsidi kemudahan Rp25 juta untuk biaya awal seperti provisi, notaris, dan asuransi.

Dalam rilis yang sama, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, menilai perpanjangan tenor menjadi strategi efektif untuk memperluas akses kredit perumahan rakyat.

“Kami mendukung langkah Kementerian PKP dan BP Tapera untuk memperpanjang tenor menjadi 30 tahun. Dengan begitu cicilan akan lebih murah, DP bisa lebih rendah, dan masyarakat semakin mudah membeli rumah,” ujarnya.

Purbaya berujar, kebijakan itu akan mendorong perbankan untuk ikut memperluas layanan pembiayaan dengan tenor lebih panjang.

“Kalau cicilan lebih ringan, kemampuan rakyat meningkat, sektor perumahan tumbuh lebih cepat, dan ekonomi ikut terdorong,” sebut dia.