Baca 10 detik
  • Amerika Serikat dan Israel menyerang Iran pada Sabtu (28/2/2026), memicu perluasan konflik di kawasan Timur Tengah.
  • Iran membalas serangan tersebut dengan menargetkan Israel dan pangkalan militer AS di Arab Saudi, Bahrain, Qatar, Kuwait, dan UEA.
  • Serangan gabungan AS-Israel ke Iran menyebabkan ledakan besar di beberapa kota utama Iran, termasuk Teheran, ibu kota negara tersebut.

Suara.com - Perang tampaknya meluas di Timur Tengah, setelah Amerika Serikat dan Israel menyerang Iran pada Sabtu pagi waktu setempat (28/2/2026). Iran melancarkan balasan degnan menyerang tidak saja Israel, tapi juga pangkalan AS di Arab Saudi, BahrainQatar, Kuwait dan Uni Emirat Arab.

Seperti diberitakan Al Jazeera, ledakan terdengar di Riyadh, Arab Saudi dan di Dubai dan Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Sementara di Bahrain, misil-misil Iran menghantam pangkalan Angkatan Laut Amerika Serikat di Jufair.

Di Bahrain ledakan terdengar dan asap mengepul dari pangkalan militer Amerika Serikat di Ibu Kota Manama.

Laporan dari Doha, Qatar juga mengatakan bunyi ledakan terdengar bertalu-talu. Kementerian Pertahanan Qatar mengatakan mereka berhasil mencegat rudal-rudal yang dikirim Iran.

Sebelumnya militer Irang mengatakan pihaknya telah menembakan rudal ke beberapa kota di Israel.

Sementara di saat bersamaan Israel dan AS masih terus mengirimkan rudal ke Iran yang menyasar pangkalan militer, gedung-gedung perkantoran dan kediaman para pejabat Iran.

Perang Dimulai

Ledakan besar terdengar di beberapa kota utama Iran seperti Kermanshah, Lorestan, Tabriz, Isfahan and Karaj setelah Israel dan Amerika Serikat mengumumkan serangan militer ke Iran pada Sabtu (28/2/2026).

Al Jazeera, yang mengutip laporan dari media-media lokal Iran, menyebutkan serangan tersebut menyusul serangan rudal yang menghantam Teheran pada hari yang sama.

Baca Juga: Trump Ancam Hancurkan Industri Rudal dan Angkatan Laut Iran

Sebelumnya diwartakan Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu pagi waktu setempat melancarkan serangan militer ke Iran. Sejumlah ledakan terdengar di Teheran, ibu kota negeri Persia tersebut.

Dilansir dari Al Jazeera, beberapa rudal menghantam beberapa jalan utama di Teheran. Menurut kantor berita AP, beberapa ledakan terdengar di dekat kantor Ayatollah Ali Khamenei, pemimpin Iran.

Selain itu ledakan juga terjadi di utara Teheran, di area Seyyed Khandan.

Pejabat militer AS mengatakan serangan itu merupakan operasi bersama Israel dan AS. Dua negara mengerahkan pesawat tempur dalam jumlah besar, kapal perang termasuk dua kapal induk milik Pentagon.

Menteri Pertahanan Israel Katz mengatakan operasi itu merupakan preemptive attack yang dilancarkan untuk "memusnahkan ancaman terhadap negara Israel."

Sementara itu raungan sirene juga terdengar di Israel. Warga Israel diminta untuk waspada dan berjaga-jaga, khawatir Iran akan melakukan serangan balasan seperti yang sebelumnya terjadi pada pertengahan tahun 2025 lalu.

Otoritas penerbangan sipil Israel juga mengumumkan menutup wilayah udaranya untuk pesawat-pesawat penumpang. Warga juga dilarang untuk datang ke bandara.