0
News
    Home Berita Featured Polres Madiun Kota PSHT Spesial

    Polres Madiun Kota Lakukan Pengamanan Massa yang Merangsek ke Padepokan PSHT Pusat Madiun - Sinergia

    4 min read

     

    Polres Madiun Kota Lakukan Pengamanan Massa yang Merangsek ke Padepokan PSHT Pusat Madiun

    Image Not Found
    Sekelompok massa dari PSHT kubu M.Taufiq mencoba masuk ke area Padepokan PSHT Pusat Madiun. Foto : Kris-Sinergia

    Sinergia | Madiun – Sekelompok massa dari Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) kubu Ketua Umum (Ketum) Muhammad Taufiq mencoba masuk ke area Padepokan PSHT Pusat Madiun pada Kamis (05/02/2026). Personil gabungan mencoba melakukan penyekatan di pintu masuk Kota Madiun seperti di Jembatan Ngebrak dari Takeran Magetan ke Josenan Kota Madiun serta Jembatan Sambirejo Jiwan yang menuju Kelurahan Nambangan Kidul Kota Madiun.

    Sempat terjadi aksi dorong antara massa dengan personil kepolisian yang melakukan pengamanan. Massa tetap mendekat ke arah padepokan di Jalan Merak. Mereka diduga menolak terkait akan dilaksanakannya Parapatan Luhur (Parluh) 2026 PSHT Pusat Madiun

    “Ya memang ada beberapa massa yang datang mencoba memasuki area padepokan, kita kembalikan. Karena perkumpulan massa tersebut tidak ada pemberitahuan. Kami juga akan memberikan pengamanan saat dikembalikan,” ujar Kapolres Madiun Kota, AKBP Wiwin Junianto Supriyandi.

    Kapolres memastikan pengamanan dilakukan secara tepat dan humanis. Usai dilakukan koordinasi dengan salah satu koordinator aksi, massa yang diduga dari luar kota ini akhirnya kembali ke daerah masing-masing.

    “Karena tidak ada pemberitahuan dikhawatirkan bisa mengganggu ketertiban umum. Kita bisa lihat tadi sempat ada kemacetan di jalan,” imbuhnya.

    Pihaknya juga mengantisipasi terkait dugaan narasi-narasi provokasi yang tersebar di media sosial. Hal itu itu menjadi pertimbangan dalam menjaga situasi Kamtibmas di Kota Madiun.

    “Ada beberapa narasi-narasi bersifat provokatif melalui media sosial. Disitu ada narasi hitamkan kota dan sebagainya. Tentunya itu menjadi pertimbangan Kamtibmas secara aman dengan upaya yang baik dan humanis,” terang AKBP Wiwin.

    1.500 Personil Gabungan Amankan Parluh 2026 PSHT Pusat Madiun

    Sementara itu, terkait pengamanan Parluh PSHT Pusat Madiun, sebanyak 1.500 personil gabungan dikerahkan. Diketahui, Parluh akan dilaksanakan pada 6-8 Februari 2026. Titik-titik masuk Kota Madiun akan dilakukan pengamanan serta pemetaan titik rawan.

    “Personil yang kita libatkan sebanyak 1.500. Itu ada perbantuan dari Polres sekitar Kota Madiun dan juga Polda Jatim. Karena banyak titik-titik pintu yang perlu kita antisipasi situasi keamanan,” kata Kapolres Madiun Kota.

    Lebih lanjut, nanti juga akan dibantu dari Satgas Sentot Prawirodirdjo dari Paguyuban Pencak Silat Madiun. Kepolisian telah melakukan pemetaan serta ploting personil di sejumlah titik rawan.

    “Kami telah ploting di area penyekatan, area padepokan hingga titik-titik yang memiliki kerawanan. Banyaknya personil keamanan ini mempertimbangkan situasi Kamtibmas. Kami berupaya memberikan rasa aman, nyaman bagi masyarakat Kota Madiun,” pungkas AKBP Wiwin.(Kris).


    Komentar
    Additional JS