Prabowo dan Albanese Teken Traktat Keamanan Bersama Indonesia-Australia - S
Prabowo dan Albanese Teken Traktat Keamanan Bersama Indonesia-Australia
Jum'at, 06 Februari 2026 - 11:19 WIB
Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri (PM) Australia Anthony Albanese meneken Traktat Keamanan Bersama Indonesia-Australia. Foto/Tangkapan layar
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri (PM) Australia Anthony Albanese meneken Traktat Keamanan Bersama Indonesia -Australia. Perjanjian akan menjadi pilar penting menjaga stabilitas dan kerja sama di kawasan kedua negara.
Penandatanganan itu digelar di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (6/2/2026). Prabowo dan Albanese pun meneken secara langsung dokumen perjanjian tersebut dan perjanjian kerja sama lainnya.
Dalam keterangan pers bersama, Prabowo menegaskan traktat ini merupakan penegasan hubungan erat Indonesia dan Australia. Hal ini juga sebagai wujud nyata menjaga keamanan nasional masing-masing negara.
Baca Juga: 5 Kali Kunjungi Indonesia, PM Australia Albanese: Kita Tetangga dan Sahabat
"Perjanjian keamanan bersama ini mencerminkan tekad kedua negara untuk terus bekerja sama secara erat dalam menjaga keamanan nasional masing-masing serta berkontribusi nyata bagi perdamaian dan stabilitas kawasan Indopasifik," kata Prabowo.
Prabowo memandang pentingnya perjanjian tersebut. Menurutnya, hal itu menjadi dasar untuk hidup berdampingan Indonesia dengan Australia. "Bagi Indonesia hal ini mencerimna komitmen teguh terhadap prinsip bertetangga baik dan kebijakan luar negeri kita yang bebas aktif," ujar Prabowo.
Menurut Prabowo, Indonesia dan Australia ditakdirkan untuk hidup berdampingan dan memilih membangun hubungan tersebut atas dasar saling percaya dan itikad baik.
Prabowo kembali menyatakan Indonesia ingin bersahabat dengan semua negara. Dia berkomitmen untuk terus menjaga hubungan baik dengan negara lain.
"Indonesia ingin bersahabat dengan semua pihak dan kita tidak punya musuh mana pun, untuk kami meyakini bahwa perjanjian ini akan menjadi salah satu pilar penting bagi stabilitas dan kerja sama di kawasan kita," tegasnya.
Turut hadir dalam penandatanganan itu yakni Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Mensesneg Prasetyo Hadi, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, hingga Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Sementara, dari pihak Australia hadir Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Infografis

Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggri