Prabowo dan Trump Siap Teken Perjanjian Tarif Dagang 19 Februari di AS - SindoNews
Prabowo dan Trump Siap Teken Perjanjian Tarif Dagang 19 Februari di AS
Makin mudah baca berita nasional dan internasional.
Kamis, 12 Februari 2026 - 08:19 WIB
Presiden AS Donald Trump dalam konferensi pers usai KTT Perdamaian Sharm El-Sheikh yang digelar di International Congress Centre, Sharm El-Sheikh, Mesir, pada Senin (13/10/2025). FOTO/BPMI Setpres
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan Presiden Prabowo Subianto berencana menandatangani kesepakatan Agreement on Reciprocal Trade (ART) dengan Amerika Serikat (AS) bulan ini.
"Disampaikan bahwa Bapak Presiden rencananya akan menghadiri acara pada tanggal 19, dan di sekitar tanggal tersebut juga akan ada rencana penandatanganan ART," ujar Airlangga dalam keterangan resmi, dikutip Kamis (12/2/2026).
Airlangga juga menyampaikan perkembangan perundingan dagang antara Indonesia dan AS terus dilaporkan secara berkala kepada Prabowo. "Tadi dilaporkan juga kepada Bapak Presiden dan kita lihat perkembangan selanjutnya," katanya.
Baca Juga: Prabowo Bakal ke AS, Hadiri Rapat Board of Peace dan Teken Tarif Trump
Penandatanganan ART merupakan kelanjutan dari negosiasi tarif antara Indonesia dan AS sejak tahun lalu. Pada 22 Juli 2025, AS dan Indonesia menyepakati pernyataan bersama mengenai kerangka kerja ART yang menyebutkan bahwa AS akan memangkas tarif impor dari 32% menjadi 19% untuk produk asal Indonesia.
Negosiasi kemudian berlanjut pada 22 Desember 2025, ketika delegasi Indonesia dan Kantor Perwakilan Dagang AS di Washington DC menyepakati substansi kesepakatan ART. Salah satu poin penting dalam kesepakatan tersebut adalah kepastian AS untuk menghapus tarif impor khusus pada komoditas seperti sawit, kopi, minyak kelapa, dan kakao.
Baca Juga: Nego Tarif Trump, Indonesia Bakal Beli Komoditi Pertanian AS Rp75,4 Triliun
Indonesia juga berkomitmen mengatasi hambatan nontarif yang menghambat kerja sama antara kedua negara melalui deregulasi kebijakan. Namun, Airlangga mengatakan bahwa saat ini pemerintah masih menunggu draf akhir kesepakatan tersebut. "Kemudian, ada hal-hal lain yang juga akan kita tunggu sampai semuanya 100 persen selesai," jelasnya.
Selain membahas kesepakatan tarif dagang dengan AS, Airlangga juga melaporkan perkembangan ekonomi nasional kepada Prabowo, termasuk neraca dagang Indonesia yang mengalami surplus. "Dari segi neraca perdagangan, kita juga terus mengalami surplus selama 68 bulan berturut-turut, yaitu sebesar USD 2,51 miliar," tutup Airlangga.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Infografis

Rama Duwaji, Istri dan Otak di Balik Kemenangan Zohran Mamdani