Prabowo Sebut MBG Jadi Perhatian Gedung Putih AS - Liputan6
Prabowo Sebut MBG Jadi Perhatian Gedung Putih AS
Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa pakar dari Amerika Serikat tengah mempelajari kesuksesan program ini dalam menjangkau 60 juta orang.
Diterbitkan 02 Februari 2026, 18:40 WIB
Presiden Prabowo Subianto dalam rapat koordinasi nasional (Rakornas) pemerintah pusat dan pemerintah daerah tahun 2026 di Sentul Internasional Convention Center (SICC), Bogor. (Tangkapan Layar YouTube Kemendagri RI)
Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah menjadi perhatian internasional. Salah satunya hadir dari Gedung Putih Amerika Serikat (AS).
Dia mengungkapkan, Indonesia berhasil memasok MBG ke 60 juta orang hanya dalam waktu satu tahun. Atas perolehan ini, kata dia, pakar dari Gedung Putih turut mempelajari program MBG yang dijalankannya.
"Saya ingin beri tahu saudara-saudara, saya baru 1 hari yang lalu, para ahli, pakar dari White House sedang mempelajari MBG kita ini," ungkap Prabowo dalam Taklimat Presiden RI pada Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026, di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).
Selain itu, Kepala Negara juga mengatakan program serupa jadi perhatian Rockefeller Insititute. Lembaga itu, kata dia, menilai MBG jadi investasi publik terbaik di suatu negara dengan manfaat berlipat ganda.
"Satu dolar, atau 1 rupiah yang kita keluarkan untuk MBG, akan melipatgandakan minimal 5 kali, dan dalam jangka panjang akan menjadi 35 kali investasinya," ujar dia.
Prabowo menyampaikan, MBG diprediksi mampu menjangkau 82,9 juta orang penerima paling lambat pada Desember 2026 nanti. Tenaga kerja yang bisa diserap pun tak tanggung-tanggung, mencapai 3-5 juta orang dari puluhan ribu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau Dapur MBG.
82,9 Juta Orang Terima MBG Akhir Tahun
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5490300/original/025999500_1770006990-Prabowoo.jpeg)
Presiden Prabowo Subianto dalam rapat koordinasi nasional (Rakornas) pemerintah pusat dan pemerintah daerah tahun 2026 di Sentul Internasional Convention Center (SICC), Bogor. (Tangkapan Layar YouTube Kemendagri RI)
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menargerkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bisa diberikan ke 82,9 juta orang paling lambat Desember 2026. Dengan jumlah itu, bisa membuka lapangan kerja bagi 3-5 juta orang.
Dia menjelaskan, MBG sudah diberikan ke sekitar 60 juta orang dalam satu tahun pelaksanaan program prioritas tersebut.
"MBG kita ini sudah sampai 60 juta hari ini. Kita akan mencapai 82 juta paling lambat Desember 2026, paling lambat," ungkap Prabowo dalam Taklimat Presiden RI pada Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026, di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).
Serapan Tenaga Kerja
Serapan Tenaga Kerja
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5490391/original/052239600_1770010547-Prabowo.jpeg)
Presiden Prabowo Subianto saat memberikan arahan dalam Taklimat Rakornas Kepala Daerah 2026, Senin (2/2/2026). (Dok. Tangkapan Layar YouTube)
Jumlah itu dipasok dari sekitsr 22.275 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG yang sudah beroperasi. Masih ada 13.829 dapur MBG lagi yang masih dalam proses penilaian. Meski begitu, angka operasional saat ini mampu menyerap setidaknya 1 juta tenaga kerja.
"Dengan 22.000 saja sekarang kita sudah menciptakan lapangan kerja 1 juta, 22.000 kali 50 orang yang digaji tiap hari, sudah kita ciptakan lapangan kerja 1 juta," katanya.
Angka itu didapat pula dari banyaknya pemasok bahan baku ke dapur MBG. Dalam hitungan Prabowo, pemasok wortel, tomat, ayam, hingga ikan bisa mencapai 10-20 orang setiap SPPG. Jumlah pekerja ini bisa meningkat berkali lipat setelah penerima MBG mencapai 82,9 juta orang.
"Nanti di ujungnya kalau kita sampai 82 juta, kita akan menciptakan 3 juta sampai 5 juta lapangan kerja," tandasnya.