0
News
    Home APBN Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa Whoosh

    Purbaya Buka Suara soal Rencana Pemerintah Bayar Utang Whoosh Pakai APBN - Viva

    5 min read

     

    Purbaya Buka Suara soal Rencana Pemerintah Bayar Utang Whoosh Pakai APBN



    Jakarta, VIVA – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, buka suara soal kabar yang menyebut bahwa pemerintah akan sepenuhnya menggunakan APBN guna membayar kewajiban utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) alias Whoosh.

    Tebar Ragam Stimulus di Awal Tahun, Purbaya Pede Ekonomi Kuartal I-2026 Tembus 5,6 Persen

    Dia mengaku belum dipanggil lagi oleh Presiden Prabowo, untuk membahas soal rencana pembayaran utang Whoosh yang mencapai Rp 1,2 triliun per tahun itu dari dana APBN.

    GULIR UNTUK LANJUT BACA

    "Nanti, saya belum dipanggil (Presiden) untuk (membahas) masalah itu," kata Purbaya di kawasan Sudirman, Jakarta Selatan, Kamis, 12 Februari 2026.

    Yakin MBG Bisa Ciptakan Pertumbuhan Ekonomi yang Tinggi, Purbaya: Jangan Banyak Protes!

    Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa

    Photo :
    • [Mohammad Yudha Prasetya]

    Saat ditanya apakah sudah ada arahan dari Presiden Prabowo untuk membayar utang Whoosh menggunakan dana APBN, Purbaya mengaku pihaknya masih akan mendiskusikan masalah tersebut.

    Prabowo Dipastikan Hadiri KTT Perdana Board of Peace di AS Pekan Depan

    "Seingat saya sih masih 50-50, tapi saya akan diskusikan. Belum diajak ke sana (rencana bayar utang Whoosh dari APBN)," ujarnya.

    Diketahui, wacana pemerintah yang kabarnya bakal membayar utang dari proyek Whoosh menggunakan dana APBN itu telah disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi,usai konferensi pers 'Stimulus Ekonomi Diskon Tarif Transportasi HBKN Idul Fitri 2026' di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat pada Selasa, 10 Februari 2026.

    "Iya, utang Whoosh pakai APBN," kata Prasetyo.

    Namun, Dia mengaku bawah wacana pembayaran utang proyek Whoosh murni menggunakan APBN itu, saat ini memang masih dipertimbangkan dan dikaji oleh pemerintah pusat terkait urusan teknisnya.

    GULIR UNTUK LANJUT BACA

    Prasetyo mengatakan, saat ini pemerintah masih terus melakukan langkah negosiasi serta pembahasan secara teknis, termasuk dengan melibatkan pihak Danantara.

    "Belum final, laporan terakhir rapat di Danantara, jadi masih ada finalisasi. Sekarang proses negosiasi atau pembicaraan teknis langsung dipimpin oleh Pak Rosan sebagai CEO Danantara," ujarnya.


    Komentar
    Additional JS