Sebut Keracunan MBG 50 Kasus di Januari, Kepala BGN: Alhamdulilah Kecil - IDN Timed
Sebut Keracunan MBG 50 Kasus di Januari, Kepala BGN: Alhamdulilah Kecil
Jakarta, IDN Times – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menegaskan akan menargetkan zero accident program Makan Bergizi Gratis seiring terus bertambahnya operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Dadan mengungkapkan, sepanjang Januari 2026 tercatat sekitar 50 kali kejadian keracunan makanan. Namun angka tersebut dinilai jauh lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya.
“Alhamdulillah, kasus kejadiannya selama Januari ini sekitar 50 kali. Itu jauh lebih kecil dibandingkan Oktober atau September, padahal jumlah SPPG meningkat tajam,” kata Dadan di Balai Kota, Senin (10/2/2026).
1. BGN targetkan tidak ada lagi kasus keracunan
Ia menambahkan, pada Januari ini jumlah kejadian juga masih tergolong sangat sedikit. Meski demikian, BGN tetap menargetkan tidak ada lagi insiden keracunan dalam pelaksanaan program tersebut.
“Di Januari ini alhamdulillah masih sangat sedikit, tapi tetap kita ingin targetkan tidak ada kejadian sama sekali,” ujarnya.
2. BGN akan lakukan sertifikasi
Dadan mengatakan, BGN akan memperketat standar operasional melalui sertifikasi dan akreditasi terhadap seluruh SPPG untuk menimalisir risiko.
“Nanti akan kita lakukan sertifikasi dan akreditasi, sehingga SPPG memiliki kualitas yang seragam dan kejadiannya bisa kita minimalisir,” jelas Dadan.
3. Target 804 MBG di Jakarta
Program Makan Bergizi Gratis sendiri saat ini berjalan secara masif di Jakarta. Dari total 804 SPPG yang ditargetkan untuk dibangun, saat ini 475 SPPG telah beroperasi dan melayani masyarakat.
"Sekarang sudah operasional adalah 475 SPPG atau 60 persen dari target. Sementara dalam proses persiapan berjumlah 566 SPPG. Dan saya yakin dalam waktu yang tidak terlalu lama ini akan cepat selesai, karena seluruh infrastruktur di Jakarta sangat mudah dijangkau," ucap Dadan.
Dadan yakin pembangunan 804 SPPG di Jakarta akan selesai pada Mei tahun ini agar berdampak lebih nyata lagi khususnya bagi warga Jakarta
"Kerja sama antara Badan Gizi Nasional dan pemerintah daerah Jakarta ini berjalan sangat mulus. Sejauh ini memberikan dampak yang luar biasa. Meskipun belum seluruhnya menerima, dan kita targetkan bulan Mei sudah selesai, saya kira nanti dampaknya akan terlihat lebih nyata," katanya.