0
News
    Home Ayam Bakar Featured Kuliner Spesial

    Sejarah Ayam Bakar : Kuliner Populer di Solo Raya, Cara Masyarakat Dulu Manfaatkan Rempah Melimpah - Tribunnews

    10 min read

     

    Sejarah Ayam Bakar : Kuliner Populer di Solo Raya, Cara Masyarakat Dulu Manfaatkan Rempah Melimpah


    Ayam bakar sering jadi menu andalan, mulai dari jamuan keluarga, hajatan, hingga acara formal di Solo Raya.

    Sejarah Ayam Bakar : Kuliner Populer di Solo Raya, Cara Masyarakat Dulu Manfaatkan Rempah Melimpah
    Ringkasan Berita:
    • Ayam bakar adalah hidangan populer Indonesia, kaya rempah, dan hadir sejak zaman dahulu; teknik pengungkepan dan pembakaran menghasilkan cita rasa kompleks dan aroma khas.
    • Variasi ayam bakar tersebar di Nusantara, seperti ayam bakar Padang, Taliwang, dan hayam bakakak Sunda, mencerminkan kekayaan kuliner dan sejarah perdagangan rempah.
    • Solo menjadi surga ayam bakar dengan tempat terkenal seperti Ayem Tentrem, Bu Rochmann, Bu Broto, dan Bu Sri Mendungan, menyajikan bumbu meresap dan porsi lezat.

     

    TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Ayam bakar merupakan salah satu hidangan populer bagi masyarakat Indonesia.

    Di Solo, Jawa Tengah, ayam bakar juga menjadi kuliner ikonik.

    Bahkan sampai ada merek Ayam Bakar Wong Solo yang terkenal hingga luar Jawa, didirikan oleh Puspo Wardoyo, pengusaha kelahiran Solo.

    Baca juga: Sejarah Dimsum: Camilan Legendaris China Sejak Abad ke-2, Kini jadi Kuliner Populer di Solo

    Ayam bakar sering jadi menu andalan, mulai dari jamuan keluarga, hajatan, hingga acara formal.

    Mengutip laman Qraved, meskipun tidak ada catatan pasti mengenai asal-usul ayam bakar, hidangan ini diyakini telah ada sejak zaman dahulu.

    Masyarakat Indonesia yang kaya akan rempah-rempah telah lama mengolah daging ayam dengan berbagai bumbu, dan teknik pembakaran dipilih karena mampu menghasilkan cita rasa serta aroma yang khas.

    Jejak Sejarah Ayam Bakar di Nusantara

    Ayam bakar termasuk hidangan khas Asia Tenggara Maritim, terutama Indonesia dan Malaysia.

    Cara memasak dengan memanggang daging di atas bara api merupakan teknik paling tua yang telah dikenal sejak masa prasejarah.

    Baca juga: Sejarah Ayam Kremes, Lahir dari Dapur Rumah Makan di Kalasan, Kini jadi Kuliner Populer di Solo

    Seiring waktu, teknik dasar ini berpadu dengan kekayaan rempah Nusantara seperti lengkuas, serai, ketumbar, dan bawang, sehingga melahirkan beragam variasi ayam bakar di setiap daerah.

    Dari Sabang hingga Merauke, ayam bakar hadir dengan karakter rasa yang berbeda, namun tetap mengusung identitas yang sama: ayam berbumbu kaya yang dipanggang hingga matang sempurna.

    AYAM BAKAR - Ayam bakar yang dijual di Pasar Bunder Sragen, Minggu (16/3/2025). Sumini atau yang akrab disapa Bu Joko, penjual ayam bakar di Pasar Bunder Sragen mengatakan penjualan ayam bakar di lapaknya naik 2 kali lipat dari hari biasanya, sehari 100 ekor ayam ludes.
    AYAM BAKAR - Ayam bakar yang dijual di Pasar Bunder Sragen, Minggu (16/3/2025). (TribunSolo.com/Septiana Ayu)

    Proses Memasak yang Menentukan Cita Rasa

    Secara umum, proses memasak ayam bakar terdiri dari dua tahap utama.

    Pertama adalah pengungkepan, yakni memasak ayam bersama bumbu dalam waktu lama hingga bumbu meresap sempurna ke dalam daging.

    Tahap kedua adalah pembakaran atau pemanggangan di atas arang, yang memberikan aroma asap khas serta sensasi rasa yang lebih dalam.

    Perpaduan dua proses inilah yang menjadikan ayam bakar memiliki cita rasa kompleks dan berlapis, sekaligus tekstur daging yang empuk dan juicy.

    Baca juga: Sejarah Gedung Djoeang, Bangunan Bersejarah yang Kini Jadi Wisata Instagram-able di Kota Solo

    Kaya Rempah dan Variasi Daerah

    Resep ayam bakar di Indonesia sangat beragam, mencerminkan kekayaan budaya dan rempah di tiap daerah.

    Beberapa jenis ayam bakar yang populer antara lain ayam bakar Padang yang kaya bumbu, ayam iloni khas Gorontalo, dan ayam bakar Taliwang dari Lombok yang pedas menggigit.

    Di Pulau Jawa, dikenal hayam bakakak khas Sunda serta ayam bakar bumbu rujak yang manis pedas.

    Tak hanya disajikan di rumah makan besar, ayam bakar juga mudah ditemui sebagai kuliner kaki lima dengan cita rasa yang tak kalah menggoda.

    Baca juga: Sejarah Nasi Kuning, Menu Sarapan Favorit di Solo, Dulu Makanan Bangsawan Era Majapahit

    Warisan Kuliner dan Cermin Sejarah Perdagangan

    Lebih dari sekadar hidangan, ayam bakar merupakan warisan kuliner yang mencerminkan sejarah panjang Nusantara.

    Penggunaan rempah-rempah bernilai tinggi seperti lengkuas dan serai menunjukkan pengaruh jalur perdagangan rempah yang pernah berjaya di Indonesia.

    Menyantap ayam bakar seakan menghidupkan kembali aroma dan rasa yang telah dinikmati masyarakat selama ratusan tahun, sekaligus menjadi pengingat akan kekayaan kuliner Indonesia yang diakui dunia.

    4 Rekomendasi Ayam Bakar Enak di Solo

    Kota Solo, Jawa Tengah, dikenal sebagai surga kuliner dengan beragam sajian lezat, termasuk ayam bakar.

    Berikut lima tempat ayam bakar yang wajib dicoba saat berkunjung ke Solo.

    1. Ayam Bakar “Ayem Tentrem” Sunarman

    Berlokasi di Jalan Dr. Rajiman No. 219, Jayengan, Serengan, Ayam Bakar Ayem Tentrem Sunarman terkenal dengan bumbu yang meresap hingga ke daging.

    Pilihan menu lengkap, mulai dari paha, dada, hingga ceker dan usus. Harga mulai Rp15.500–Rp25.000.

    Buka setiap hari pukul 07.00–17.00 WIB.

    2. Ayam Bakar Bu Rochmann

    Terletak di Jalan Perintis Kemerdekaan No. 40, Sondakan, Laweyan.

    Ayam bakarnya memiliki cita rasa manis pedas khas yang konsisten sejak dulu.

    Sambal terasinya juga jadi favorit.

    Buka setiap hari pukul 09.00–20.00 WIB.

    3. Ayam Bakar Bu Broto

    Berlokasi di Jalan Suryo No. 43, Purwodiningratan, Jebres, dekat Stasiun Solo Jebres.

    Terkenal dengan porsi besar dan harga terjangkau mulai Rp16.000.

    Disajikan dengan sambal mentah segar.

    Buka pukul 08.00–16.00 WIB.

    4. Ayam Bakar Bu Sri Mendungan

    Berada di Jalan Mendungan, Kartasura.

    Dengan harga sekitar Rp15.000 sudah termasuk nasi dan teh hangat, tempat ini jadi favorit mahasiswa dan pekerja.

    Ayamnya empuk, juicy, dan bumbu meresap.

    Buka pukul 08.00–19.30 WIB.

    (*)

     


    Komentar
    Additional JS