0
News
    Home Berita Featured Fenomena Fenomena Alam Ilmu Pengetahuan Sinkhole Spesial

    Tanah Bisa Ambles Mendadak! Ahli Ungkap Penyebab Sinkhole di Indonesia -, detik

    5 min read

     

    Tanah Bisa Ambles Mendadak! Ahli Ungkap Penyebab Sinkhole di Indonesia

    Adi Fida Rahman - detikInet


    Tanah Bisa Ambles Mendadak! Ahli Ungkap Penyebab Sinkhole di IndonesiaFoto: (Antara/Fandi Yogari)

    Jakarta -

    Fenomena tanah ambles secara tiba-tiba atau yang secara ilmiah disebut sinkhole tengah menjadi sorotan. Tanpa tanda-tanda jelas di permukaan, lubang raksasa bisa muncul dan menelan apa pun di atasnya. Mengapa ini bisa makin sering terjadi di Indonesia?

    Kepala Pusat Riset Kebencanaan Geologi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Adrin Tohari, akhirnya mengungkap rahasia di balik fenomena mengerikan ini. Menurutnya, ada proses "gaib" di bawah tanah yang berlangsung selama bertahun-tahun sebelum bencana itu terjadi.

    Adrin menjelaskan bahwa penyebab utama sinkhole di Indonesia adalah lapisan batugamping (karst). Batuan ini sangat rentan terhadap air hujan yang bersifat asam akibat menyerap karbon dioksida ($CO_2$) dari udara.

    "Air hujan ini meresap ke dalam tanah dan melarutkan batuan yang mudah larut, terutama batugamping, sehingga membentuk rekahan dan rongga di bawah permukaan," jelas Adrin.

    Seiring berjalannya waktu, rongga ini membesar. Lapisan tanah di atasnya pun semakin tipis hingga akhirnya tidak sanggup lagi menahan beban. Saat itulah, tanah runtuh mendadak dan menciptakan lubang menganga yang kita kenal sebagai sinkhole.

    Daerah Rawan Sinkhole di Indonesia

    Bagi kamu yang tinggal di kawasan batuan karst, kewaspadaan ekstra sangat diperlukan. Berdasarkan data geologi, beberapa wilayah di Indonesia yang memiliki lapisan batugamping tebal dan rawan antara lain:

    • Gunung Kidul (Yogyakarta)
    • Pacitan (Jawa Timur)
    • Maros (Sulawesi Selatan)

    Salah satu tantangan terbesar adalah deteksi dini. Karena prosesnya terjadi jauh di bawah permukaan, tanda-tandanya hampir tidak terlihat secara kasat mata sebelum ambrol.

    Sebuah lubang raksasa muncul di tengah lahan persawahan milik warga dii Nagari SItujuah Batua, Kabupaten 50 Kota, Sumbar. (Jeka Kampai/detikSumut)Sebuah lubang raksasa muncul di tengah lahan persawahan milik warga dii Nagari SItujuah Batua, Kabupaten 50 Kota, Sumbar. (Jeka Kampai/detikSumut) Foto: Sebuah lubang raksasa muncul di tengah lahan persawahan milik warga dii Nagari SItujuah Batua, Kabupaten 50 Kota, Sumbar. (Jeka Kampai/detikSumut)

    Tanda-Tanda Alam yang Harus Diwaspadai

    Meski sulit dideteksi, Adrin memberikan satu kunci penting bagi warga di pemukiman batugamping: hilangnya aliran air permukaan secara mendadak.

    "Jika aliran air mendadak menghilang, bisa jadi air masuk ke rongga bawah tanah. Kondisi ini perlu segera diinvestigasi karena berpotensi memicu runtuhan," tegasnya.

    Untuk mengantisipasi jatuhnya korban, BRIN menyarankan penggunaan survei geofisika seperti georadar, geolistrik, dan metode gaya berat. Alat-alat ini mampu memetakan keberadaan rongga di bawah tanah tanpa harus menggali.

    Selain itu, terdapat metode rekayasa bernama cement grouting. Proses ini melibatkan penyuntikan semen atau bahan kimia khusus ke dalam rongga bawah tanah menggunakan pompa bertekanan tinggi untuk memperkuat stabilitas tanah.

    Adrin berharap pemerintah daerah di kawasan rawan bencana geologi mulai memanfaatkan kajian sains ini dalam perencanaan tata ruang guna menghindari potensi kerugian nyawa dan harta benda.


    Komentar
    Additional JS