0
News
    Home Amerika Serikat Berita Dunia Internasional F-35 Featured Kapal Induk Amerika Serikat Spesial

    Terlacak Satelit, Ini Penampakan Kapal Induk AS Pembawa Jet Tempur Siluman F-35 di Dekat Iran - SindoNews

    8 min read

      

    Terlacak Satelit, Ini Penampakan Kapal Induk AS Pembawa Jet Tempur Siluman F-35 di Dekat Iran


    Makin mudah baca berita nasional dan internasional.


    Selasa, 17 Februari 2026 - 06:03 WIB

    Citra satelit menunjukkan kapal induk USS Abraham Lincoln Angkatan Laut AS sudah berada di dekat Iran. Foto/Sentinel-2 Copernicus via BBC

    TEHERAN - Citra satelit menunjukkan kapal induk Amerika Serikat (AS) USS Abraham Lincoln yang membawa 90 pesawat, termasuk jet tempur siluman F-35, sudah berada di dekat Iran. BBC Verify mengonfirmasi lokasinya sekarang ada di lepas pantai Oman, sekitar 700 km dari Iran.

    Para pejabat AS dan Iran dijadwalkan bertemu di Swiss pada hari Selasa (17/2/2026) untuk putaran kedua perundingan. Iran mengatakan pertemuan tersebut akan fokus pada program nuklirnya dan potensi pencabutan sanksi ekonomi yang dikenakan oleh AS. Namun, Washington sebelumnya telah mengindikasikan bahwa mereka ingin membahas masalah lain juga.

    Baca Juga: Jenderal Top Iran: Perang Baru Akan Jadi Pelajaran Keras bagi Trump!

    Selain membawa 90 pesawat, USS Abraham Lincoln—yang memimpin kelompok serang dengan tiga kapal perusak rudal berpemandu—juga membawa 5.680 awak. Kapal induk itu telah dikerahkan ke wilayah Teluk sejak akhir Januari dan belum terlacak satelit sebelumnya hingga akhirnya BBC Verify mengonfirmasi keberadaannya.

    AS juga dilaporkan telah mengirimkan USS Gerald R Ford, kapal induk terbesar di dunia, ke Timur Tengah, yang dapat tiba di wilayah tersebut dalam tiga minggu ke depan.

    Kedatangan USS Abraham Lincoln menambah informasi yang diketahui publik tentang peningkatan kekuatan militer AS di Timur Tengah selama beberapa minggu terakhir, di mana BBC Verify telah melacak peningkatan jumlah kapal perusak dan jet tempur AS di wilayah tersebut.

    Aset Militer Apa Saja yang Telah Dikerahkan AS ke Timur Tengah?

    Citra yang tersedia untuk umum dari satelit Sentinel-2 Eropa menunjukkan USS Abraham Lincoln di Laut Arab sekitar 150 mil (240 km) dari pantai Oman.

    Kapal itu sebelumnya belum terlihat sejak dilaporkan memasuki wilayah tersebut pada bulan Januari, tetapi telah melintasi laut lepas di mana cakupan satelit terbatas. Aset militer di darat lebih terlihat dan sering kali terekam oleh satelit.

    Ini berarti sudah 12 kapal AS di Timur Tengah yang terlacak citra satelit: USS Abraham Lincoln—kapal induk kelas Nimitz bertenaga nuklir—, yang bersama dengan tiga kapal perusak kelas Arleigh Burke membentuk kelompok serang kapal induk; ditambah dua kapal perusak yang mampu melakukan serangan rudal jarak jauh dan tiga kapal khusus untuk pertempuran di dekat pantai yang saat ini ditempatkan di Stasiun Angkatan Laut Bahrain di Teluk. Dua kapal perusak lainnya telah terlihat di Mediterania timur dekat pangkalan AS; Souda Bay, dan satu lagi di Laut Merah.

    Pergerakan pesawat AS di wilayah tersebut juga terlacak, di mana terlihat peningkatan jumlah jet tempur F-15 dan EA-18 yang ditempatkan di pangkalan militer Muwaffaq Salti di Yordania, dan peningkatan jumlah pesawat kargo AS serta pesawat pengisian bahan bakar dan komunikasi yang bergerak menuju Timur Tengah dari AS dan Eropa.

    Bagaimana Respons Iran?

    Komando Pusat (CENTCOM) AS merilis gambar USS Abraham Lincoln yang dikelilingi oleh kapal perusak, jet tempur, pesawat pengintai, dan kapal Penjaga Pantai di Laut Arab dalam sebuah demonstrasi kekuatan militer pada tanggal 6 Februari, yang dibalas Iran dengan demonstrasi kekuatan mereka sendiri.

    Pada hari Senin, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) meluncurkan latihan maritim di Selat Hormuz, yang terletak di Teluk antara Oman dan Iran. Latihan tersebut memperlihatkan Panglima Tertinggi IRGC Mayor Jenderal Mohammad Pakpour memeriksa kapal-kapal Angkatan Laut di sebuah pelabuhan sebelum terlihat rudal diluncurkan dari sebuah kapal, seperti yang dilaporkan oleh Tasnim News Agency yang terkait dengan IRGC.

    Selat tersebut dianggap sebagai salah satu jalur pelayaran terpenting di dunia dan titik transit minyak yang vital. Sekitar seperlima minyak dan gas dunia mengalir melalui selat tersebut, termasuk dari Pulau Kharg, terminal ekspor minyak utama Iran. Pakpour terlihat terbang di atas pulau tersebut dengan helikopter dalam laporan yang menunjukkan manuver militer terbaru Iran.

    Bagaimana Perbandingan Operasi Venezuela dan Midnight Hammer?

    Pakar intelijen militer Justin Crump mengatakan kepada BBC Verify bahwa persiapan militer AS saat ini di Timur Tengah menunjukkan "kedalaman dan keberlanjutan yang lebih besar" daripada manuvernya menjelang penangkapan mantan presiden Venezuela Nicholas Maduro pada bulan Januari, atau operasi serangan udara terhadap fasilitas nuklir Iran pada Juni lalu yang dikenal sebagai Operasi Midnight Hammer.

    Semuanya menampilkan kelompok serang kapal induk dan beberapa kapal perusak yang beroperasi secara independen. Namun, AS mengerahkan asetnya di Venezuela dan Iran tahun lalu dalam keadaan yang cukup berbeda.

    AS mengerahkan USS Gerald R Ford ke Karibia menjelang serangannya terhadap Venezuela, salah satu dari delapan kapal perang yang terlacak di wilayah tersebut pada saat itu, meskipun menggunakan lebih sedikit pesawat karena dapat dengan mudah mengirim jet dari pangkalan AS di sekitarnya di daratan Amerika atau dari pangkalan di Puerto Rico. AS juga mengerahkan kapal serbu amfibi di Karibia, yang dapat digunakan sebagai platform peluncuran untuk operasi helikopter seperti yang terlihat pada penangkapan Maduro. Tetapi militer Venezuela umumnya dianggap kurang mampu membela diri atau membalas serangan AS.

    Ketika AS menyerang Iran tahun lalu dalam Operasi Midnight Hammer, yang menargetkan fasilitas nuklir Iran, AS menyerang negara Islam tersebut dengan militer yang jauh lebih kuat daripada Venezuela. Namun, militer Iran mampu menyerang pangkalan AS di seluruh Timur Tengah.

    Selama Operasi Midnight Hammer, AS memiliki dua kelompok serang kapal induk di wilayah tersebut, lima kapal perusak ditempatkan di Laut Mediterania dan Laut Merah, dan tiga kapal perang di Teluk Persia. AS juga telah memindahkan skuadron jet tempur dan pesawat pengisian bahan bakar dari AS ke Eropa, tetapi penerbangan pembom siluman B2 yang digunakan untuk menyerang situs nuklir Fordo, Isfahan, dan Natanz sebenarnya lepas landas dari pangkalan AS di Missouri.

    Crump, kepala eksekutif perusahaan risiko dan intelijen Sibylline, mengatakan bahwa penambahan kapal perang dan pesawat AS, serta delapan pangkalan udara yang ada di wilayah tersebut akan memungkinkan AS untuk melakukan "tingkat serangan yang cukup intensif dan berkelanjutan" sekitar 800 sorti per hari, dengan tujuan membuat respons Iran apa pun "tidak efektif".

    "Yang kita lihat bukan hanya persiapan serangan, melainkan pengerahan kekuatan pencegahan yang lebih luas yang dapat ditingkatkan atau dikurangi," katanya.

    "Ini berarti kekuatan ini memiliki kedalaman dan keberlanjutan yang lebih besar daripada paket kekuatan yang disiapkan untuk Venezuela atau Midnight Hammer tahun lalu. Kekuatan ini dirancang untuk mempertahankan keterlibatan dan menangkal semua potensi respons terhadap aset AS di kawasan tersebut dan, tentu saja, Israel," ujarnya.

    (mas)

    wa-channel

    Follow WhatsApp Channel SINDOnews untuk Berita Terbaru Setiap Hari

    Follow

    Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!

    Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya

    Infografis

    4 Keunggulan Jet Tempur...

    4 Keunggulan Jet Tempur Canggih J-35 Buatan China

    Komentar
    Additional JS