Tragis, Ibu Hamil di Takalar Keguguran Usai Dikeroyok Rentenir / Viva
Tragis, Ibu Hamil di Takalar Keguguran Usai Dikeroyok Rentenir
VIVA – Seorang ibu hamil bernama Jumriani (33), warga Lingkungan Ciniayo, Kelurahan Canrego, Kecamatan Polongbangkeng Selatan, Kabupaten Takalar, dilaporkan mengalami keguguran setelah diduga menjadi korban pengeroyokan oleh dua perempuan yang disebut sebagai rentenir.
Korban mengalami keguguran pada 2 Februari 2026, sekitar 11 hari setelah insiden dugaan penganiayaan yang terjadi pada 23 Januari 2026. Ia mengaku sejak kejadian tersebut sering merasakan nyeri pada bagian perut, terutama setelah mengalami tendangan saat peristiwa berlangsung.
Empat hari setelah dugaan pengeroyokan, kondisi korban disebut mulai memburuk. Ia merasakan kram hebat di perut bagian bawah ketika buang air kecil dan mengeluarkan segumpal darah berwarna hitam.
"Kejadiannya tiba-tiba, perut saya keram dan sakit sekali, lalu keluar darah hitam," kata korban saat dikonfirmasi, Rabu, 4 Februari 2025.
Puncaknya terjadi pada malam 2 Februari 2026 ketika korban kembali mengeluarkan gumpalan darah dalam jumlah lebih banyak. Merasa khawatir, korban bersama suaminya menghubungi seorang bidan di salah satu klinik di Kabupaten Gowa dan keesokan harinya langsung memeriksakan kondisi kandungan.
Hasil pemeriksaan dokter menyatakan korban telah mengalami keguguran. "Dokter di klinik bilang gumpalan darah yang keluar itu adalah kantung janin," ujar korban didampingi suaminya.
Pemeriksaan lanjutan menggunakan USG menunjukkan masih terdapat sisa jaringan di dalam rahim, sehingga dokter spesialis kebidanan dan kandungan menyarankan tindakan kuret. Namun, keluarga memilih metode lain.
"Namun istri saya meminta hanya minum obat saja karena katanya takut dan sakit kalau dikuret," ungkap suami korban.
Dokter kemudian memberikan obat tablet untuk membantu pengeluaran sisa jaringan, dan korban diminta kembali menjalani kontrol setelah obat habis. Hingga kini, korban masih sering mengalami pendarahan dan belum dapat kembali bekerja menjual jagung seperti sebelumnya.
Sebelumnya, Jumriani diketahui bekerja sebagai karyawan penjual jagung di Kabupaten Takalar, melaporkan dugaan pengeroyokan setelah menegur dua perempuan berinisial RK dan HJ yang diduga mengambil uang di laci kasir tanpa izin.
Peristiwa itu terjadi pada Jumat, 23 Januari 2026 di kios jagung milik Hj. Asrianti Dg Sayang di Jalan Ranggong Daeng Romo, Kelurahan Pattallassang, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar.
Menurut keterangan korban, kedua perempuan tersebut datang mencari pemilik kios. Karena pemilik tidak berada di tempat, salah satu terduga membuka laci kasir. Korban sempat menutupnya, namun laci kembali dibuka dan uang tunai sebesar Rp200 ribu diambil. Kejadian itu disebut terekam kamera CCTV.
Korban kemudian menegur para terduga menggunakan bahasa Makassar. Teguran tersebut diduga memicu adu mulut yang berujung pada pengeroyokan. Korban mengaku didorong, kerudung ditarik, wajah dicakar, hingga rambut ditarik saat dirinya terjatuh, sehingga mengalami luka di wajah serta nyeri di perut dan paha.
Kasus tersebut telah dilaporkan ke Polres Takalar, dan korban telah menjalani visum di RSUD Padjonga Daeng Ngalle. Kasat Reskrim Polres Takalar, AKP Hatta, membenarkan adanya laporan tersebut.
"Benar, kami menerima laporan dugaan penganiayaan dan saat ini masih dalam penanganan," ujarnya.
Laporan: Idris Tajannang/tvOne Takalar