Trump Ancam Iran: Ada Konsekuensi Sangat Traumatis Jika Perundingan Nuklir Gagal - SindoNews
Trump Ancam Iran: Ada Konsekuensi Sangat Traumatis Jika Perundingan Nuklir Gagal
Makin mudah baca berita nasional dan internasional.
Jum'at, 13 Februari 2026 - 07:27 WIB
Presiden AS Donald Trump kembali mengancam Iran, dengan menyatakan ada konsekuensi sangat traumatis jika Teheran gagal membuat kesepakatan nuklir. Foto/White House
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali mengancam Iran pada hari Kamis, dengan mengatakan akan ada konsekuensi sangat traumatis jika gagal membuat kesepakatan nuklir. Namun, Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu mengatakan dia skeptis tentang kualitas perjanjian semacam itu.
Berbicara sehari setelah menjamu Netanyahu di Gedung Putih, Trump mengatakan dia berharap akan ada hasil dalam sebulan ke depan dari negosiasi Washington dengan Teheran mengenai program nuklir Iran.
Baca Juga: AS Bersiap Kerahkan Kapal Induk Kedua, Kemungkinan Serang Iran Jika Perundingan Gagal
“Kita harus mencapai kesepakatan, jika tidak, akan sangat traumatis, sangat traumatis. Saya tidak ingin itu terjadi, tetapi kita harus mencapai kesepakatan,” kata Trump, seperti dikutip dari AFP, Jumat (13/2/2026).
“Ini akan sangat traumatis bagi Iran jika mereka tidak mencapai kesepakatan," lanjut Trump.
Trump—yang mempertimbangkan untuk mengirim kapal induk kedua ke Timur Tengah untuk menekan Iran—mengingatkan kembali serangan militer AS yang dia perintahkan terhadap fasilitas nuklir Teheran selama perang 12 hari Israel dengan Iran pada Juli tahun lalu.
“Kita akan lihat apakah kita bisa mencapai kesepakatan dengan mereka, dan jika tidak, kita harus melanjutkan ke fase kedua. Fase kedua akan sangat sulit bagi mereka,” kata Trump.
Netanyahu telah melakukan perjalanan ke Washington untuk mendesak Trump agar mengambil sikap yang lebih keras dalam perundingan nuklir Iran, khususnya mengenai dimasukkannya persenjataan rudal balistik Republik Islam tersebut.
Namun, para pemimpin Israel dan AS tampaknya tetap berselisih, dengan Trump mengatakan setelah pertemuan mereka di Gedung Putih pada hari Rabu bahwa dia bersikeras agar negosiasi dilanjutkan.
"Skeptisisme Umum"
Netanyahu mengatakan di Washington pada hari Kamis sebelum pulang ke Israel bahwa Trump percaya dia sedang mempersiapkan landasan untuk kesepakatan.
“Dia percaya bahwa kondisi yang dia ciptakan, dikombinasikan dengan fakta bahwa mereka pasti memahami bahwa mereka telah melakukan kesalahan terakhir kali ketika mereka tidak mencapai kesepakatan, dapat menciptakan kondisi untuk mencapai kesepakatan yang baik,” kata Netanyahu, menurut pernyataan video dari kantornya.
Namun, PM Israel itu menambahkan: “Saya tidak akan menyembunyikan dari Anda bahwa saya menyatakan skeptisisme umum mengenai kualitas kesepakatan apa pun dengan Iran.”
"Kesepakatan apa pun harus mencakup unsur-unsur yang sangat penting dari perspektif kami,” lanjut Netanyahu, yang menyebutkan program rudal balistik Iran dan dukungannya terhadap kelompok-kelompok bersenjata seperti Hamas, milisi Houthi Yaman, dan Hizbullah di Lebanon.
“Ini bukan hanya masalah nuklir,” katanya.
Terlepas dari perbedaan mereka tentang Iran, Trump mengisyaratkan dukungan pribadinya yang kuat untuk Netanyahu saat dia mengkritik Presiden Israel Isaac Herzog karena menolak permintaannya untuk mengampuni PM Israel tersebut atas tuduhan korupsi.
“Anda memiliki presiden yang menolak untuk memberinya pengampunan. Saya pikir orang itu seharusnya malu pada dirinya sendiri,” kata Trump.
Trump telah berulang kali mengisyaratkan potensi tindakan militer AS terhadap Iran setelah penindakan keras terhadap protes bulan lalu, bahkan ketika Washington dan Teheran memulai kembali pembicaraan pekan lalu dengan pertemuan di Oman.
Putaran pembicaraan terakhir antara kedua musuh bebuyutan tersebut dipersingkat oleh perang Israel dengan Iran dan serangan AS.
Sejauh ini, Iran telah menolak untuk memperluas pembicaraan baru di luar masalah program nuklirnya. Teheran membantah berupaya memiliki senjata nuklir, dan mengatakan tidak akan menyerah pada tuntutan berlebihan terkait hal tersebut.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Infografis

Ancam Hancurkan Separuh Dunia, Ini Kekuatan Sebenarnya Senjata Nuklir Pakistan