Viral Video di Media Sosial, Ribuan Siswa Dapat MBG Isi Kelapa Muda Utuh dan Telur Mentah - Kaldera News

PAMEKASAN, KalderaNews.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Palengaan, Pamekasan, menjadi perbincangan setelah videonya viral di media sosial.
Sorotan muncul karena satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) diduga membagikan menu yang dinilai tidak lazim.
Dalam video berdurasi sekitar 53 detik yang beredar, terlihat kendaraan SPPG mengangkut kelapa muda dan telur mentah.
Petugas kemudian menurunkan muatan tersebut di halaman salah satu sekolah. Proses pembagian itu sempat direkam warga.
BACA JUGA:
Selain kelapa muda, dalam rekaman juga terlihat beberapa kantong plastik yang diduga berisi satu butir telur mentah dan roti.
“Untuk MBG hari ini, di hari Kamis barokah olle begghen (dengan), hari Kamis barokah MBG di Kecamatan Palengaan. Ini pulangnya dapat satu ya, Dik?” tanya perekam video kepada salah satu petugas.
Petugas menjawab singkat, “Iya,” yang kemudian disambut ucapan, “Ya Alhamdulillah,” oleh perekam.
Kepala SPPG Bumdes Sejahtera Desa Rek Kerrek, Kecamatan Palengaan, Hairul Hafid, saat dikonfirmasi membenarkan adanya penyaluran MBG berupa kelapa muda dan telur mentah tersebut. Ia menyebutkan menu itu telah diterima oleh ribuan siswa.
“Sebanyak 2.030 siswa menerima kelapa muda, satu telur mentah, dan sepotong roti,” kata Hafid.
Ia menambahkan bahwa menu yang dibagikan tidak hanya itu. Sebagian siswa lainnya menerima paket berbeda yang juga merupakan produk UMKM.
“Sedangkan 970 siswa lainnya menerima jeruk, satu telur mentah, dan satu potong roti produk UMKM,” tandas Hafid.
Korwil BGN Pamekasan Buka Suara
Sorotan terhadap menu tersebut kemudian ditanggapi oleh Koordinator Wilayah (Korwil) Badan Gizi Nasional (BGN) di Pamekasan, Hariyanto Rahmansyah Tri Arif.
Ia menegaskan bahwa dalam aturan penyaluran MBG, makanan maupun minuman yang diberikan kepada siswa harus dalam kondisi siap santap.
“Kalau kelapa muda utuh atau tidak kupas bukan siap santap,” kata Hariyanto, Sabtu (14/2/2026).
Menurut Hariyanto, sebelum pendistribusian dilakukan, pihaknya telah berulang kali mengingatkan seluruh SPPG agar menu yang dibagikan sesuai dengan ketentuan dari BGN.
“Sering diperingatkan melalui Whatsapp dan semua kepala SPPG saya telepon,” tegasnya.
Sementara itu, Hairul Hafid menyampaikan bahwa pihaknya tidak memiliki cukup waktu untuk mengupas kelapa muda sebelum dibagikan kepada siswa.
“Waktunya tidak nurut untuk mengupas,” katanya.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.
