Viral Video Pengakuan Bocah 12 Tahun Disiksa Ibu Tiri Sebelum Meninggal, Akui Dipaksa Minum Air Panas - SumbarKita
Sumbarkita – Video pengakuan seorang bocah 13 tahun berinisial NS yang terbaring lemah di ruang perawatan RSUD Jampangkulon viral di media sosial. Dalam rekaman tersebut, korban tampak penuh luka dan mengangguk saat ditanya soal dugaan dipaksa meminum air panas.
NS, warga Kampung Leuwi Nanggung, Desa Bojongsari, Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, meninggal dunia pada Kamis (19/2/2026) sekitar pukul 16.00 WIB setelah sempat menjalani perawatan intensif selama delapan jam.
Dalam video yang beredar, kondisi korban terlihat kritis. Wajahnya mengalami luka di bagian mata dan sekitar hidung, sementara tangannya terpasang infus. Napasnya terdengar tersengal-sengal dan suaranya lirih saat menjawab pertanyaan. Saat ditanya seseorang dalam video itu apakah ia pernah dipaksa meminum air panas, korban tampak mengangguk.
Isu dugaan penganiayaan oleh ibu tiri pun mencuat setelah rekaman tersebut beredar luas. Bahkan, ayah kandung korban, Anwar Satibi, mengaku memiliki kecurigaan terkait kemungkinan adanya kekerasan terhadap anaknya.
“Kecurigaan ada, tapi saya tidak bisa menuduh. Makanya saya minta anak saya diautopsi,” ujar Anwar, Jumat kepada wartawan, dikutip Sabtu (21/2).
Ia juga mengungkapkan bahwa pada 2025 lalu, korban pernah mengalami dugaan penganiayaan yang melibatkan ibu tirinya dan sempat dilaporkan sebelum akhirnya diselesaikan secara mediasi.
Sementara itu, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Sukabumi memastikan kasus ini masih dalam tahap penyelidikan. Polisi menegaskan belum dapat menyimpulkan adanya tindak pidana sebelum hasil autopsi keluar.
Hasil pemeriksaan awal medis menunjukkan adanya luka bakar di sejumlah bagian tubuh korban, termasuk kaki, punggung, lengan, paha, dan wajah. Tim forensik juga telah memeriksa organ dalam dan mengambil sampel untuk uji laboratorium lanjutan.
Polisi menyatakan akan menyampaikan perkembangan lebih lanjut setelah hasil autopsi resmi diterima guna memastikan penyebab pasti kematian korban.