0
News
    Home Berita Featured Kasus Klitih Spesial Yogyakarta

    Warga Patalan Bantul Berhasil Usir Rombongan Diduga Klitih pada Minggu Dini Hari, Polisi Tangkap Pelaku dalam Waktu Singkat - Radar Jogja

    3 min read

     

    Warga Patalan Bantul Berhasil Usir Rombongan Diduga Klitih pada Minggu Dini Hari, Polisi Tangkap Pelaku dalam Waktu Singkat - Radar Jogja



    BANTUL – Kejadian bentrok antara warga dengan rombongan pemuda diduga pelaku klitih terjadi di daerah Patalan, Kapanewon Sewon (atau sekitar wilayah Bantul), Yogyakarta, pada Minggu dini hari (8/2/2026) sekitar pukul 03.16 WIB.

    Menurut informasi yang beredar, rombongan tersebut berjumlah 6–7 unit sepeda motor, salah satunya menggunakan Honda PCX warna hitam. 

    Warga setempat yang terbangun oleh keributan langsung bergerak cepat mengusir kelompok tersebut hingga terjadi aksi kejar-kejaran dan bentrok singkat.

    Video amatir yang diunggah warganet menunjukkan suasana tegang malam hari di jalan permukiman, diikuti rekaman siang harinya saat beberapa orang diamankan. 

    Respons cepat warga ini diyakini mencegah potensi aksi kekerasan lebih lanjut.

    Polres Bantul bergerak sigap. 

    Dalam waktu kurang dari 24 jam, polisi berhasil menangkap para pelaku yang membawa senjata tajam. 

    “Para pelaku sudah diamankan,” demikian konfirmasi yang beredar luas di media sosial, disertai ucapan terima kasih kepada aparat.

    Polres Bantul belum memberikan pernyataan resmi terkait identitas pelaku, jumlah pasti, dan barang bukti yang diamankan. 

    Namun, penangkapan kilat ini mendapat apresiasi banyak warga Jogja yang sudah muak dengan aksi klitih yang kerap terjadi di malam hari.

    Fenomena klitih di DIY, khususnya Bantul dan Kota Yogyakarta, masih menjadi persoalan serius. 

    Sepanjang 2025–2026, puluhan kasus serupa dilaporkan, mulai dari Sewon, Jetis, Imogiri, hingga kawasan perkotaan. 

    Photo Author
    Aksi klitih di Patalan Bantul pada Minggu (8/2/2026) pukul 03.00 pagi, terekam CCTV warga. (x.com/@merapi_uncover)

    Warga sering kali menjadi “tameng” pertama karena merasa patroli polisi belum optimal.

    Kasus di Patalan ini kembali memicu diskusi publik: apakah warga boleh melakukan perlawanan mandiri atau justru berisiko disalahkan? 

    Banyak netizen menyatakan dukungan terhadap kewaspadaan warga, sekaligus mendesak penegakan hukum yang lebih tegas agar aksi premanisme jalanan benar-benar tuntas.

    Pihak kepolisian diimbau meningkatkan razia malam hari dan patroli dialogis di titik rawan klitih seperti wilayah pedesaan dan pinggiran kota Bantul.

    Warga Patalan, Sewon, Bantul, serta seluruh Jogja diharapkan tetap waspada, tidak mudah terprovokasi, dan segera melapor ke Polsek terdekat atau Polres Bantul jika melihat gerakan mencurigakan. (iwa) 

    (Sumber: informasi warga dan rekaman video yang beredar di media sosial, 8 Februari 2026)

    Halaman:
    Komentar
    Additional JS