4 Negara Tolak Gabung dengan AS untuk Serang Iran - Tirto
4 Negara Tolak Gabung dengan AS untuk Serang Iran
Empat negara menyatakan untuk tidak akan bergabung dengan Amerika Serikat (AS) untuk menyerang Iran. Mereka menyerukan gencatan senjata.


tirto.id - Sejumlah negara menolak bergabung dengan Amerika Serikat untuk memenangkan perang melawan Iran. Dari beberapa negara yang dihubungi oleh Presiden AS Donald Trump, ada empat negara yang diketahui menolak bergabung.
Konflik di Timur Tengah memasuki hari ke enam hari ini. Namun, belum ada tanda-tanda perdamaian tercipta baik dari Iran maupun dari AS-Israel meski jumlah korban dari dua kubu pun semakin bertambah setiap harinya.
Negara Menolak Gabung dengan AS untuk Serang Iran
Presiden AS Donald Trump menghubungi para pemimpin negara-negara di Eropa untuk menjadi sekutunya dalam perang melawan Iran. Namun, tidak semua negara setuju, bahkan ada yang terang-terangan menolak bergabung dengan AS dan Israel untuk menyerang Iran.
Berikut daftar negara yang menolak bergabung dengan AS untuk serang Iran:
1. Spanyol
Gedung Putih menyatakan pada Rabu, 4 Maret bahwa Spanyol telah setuju untuk bekerja sama dengan militer AS. Pernyataan ini disampaikan oleh juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, yang mengatakan bahwa Spanyol tampaknya telah “mendengar dengan jelas” pesan yang disampaikan Trump sehari sebelumnya, yakni ancaman Trump akan memutuskan hubungan perdagangan dengan negara tersebut jika tidak memberi dukungan penuh.Namun, pemerintah Spanyol dengan tegas membantah klaim tersebut. Menteri Luar Negeri Spanyol, Jose Manuel Albares, menyangkal bahwa negaranya telah membuat kesepakatan baru dengan AS mengenai penggunaan pangkalan militer.
Albares menegaskan posisi pemerintah Spanyol mengenai konflik di Timur Tengah yaitu menolak memberikan izin penggunaan pangkalan militernya untuk operasi ofensif terhadap Iran.
“Posisi pemerintah Spanyol mengenai perang di Timur Tengah dan pemboman Iran terkait penggunaan pangkalan kami sama sekali tidak berubah. Oleh karena itu, saya dengan tegas dan tulus membantahnya. Saya tidak tahu apa yang dimaksud atau dari mana asalnya,” ucap Albares dikutip The Straits Times.
2. Jerman
Pertemuan antara Kanselir Jerman Friedrich Merz dan Presiden AS Donald Trump membahas sejumlah isu internasional penting, termasuk konflik militer di Timur Tengah.Mengutip laman deutschland.de, Merz menyampaikan sikap yang cukup hati-hati namun jelas terkait serangan militer yang dilakukan oleh AS dan Israel terhadap Iran.
Ia menjelaskan bahwa Pemerintah Jerman memahami alasan strategis di balik tindakan tersebut. Menurutnya, kekhawatiran utama AS dan Israel adalah kemungkinan Iran segera memiliki kemampuan untuk memproduksi senjata nuklir. Jika hal itu terjadi, situasi keamanan di Timur Tengah dan bahkan di tingkat global dapat menjadi jauh lebih berbahaya.
Oleh karena itu, Merz menyatakan bahwa dari sudut pandang sekutunya, tindakan militer dianggap sebagai upaya untuk mencegah ancaman tersebut sebelum berkembang lebih jauh.
Walaupun memahami alasan keamanan yang dikemukakan oleh AS dan Israel, Merz menegaskan bahwa Jerman tidak akan berpartisipasi secara langsung dalam operasi militer terhadap Iran.
3. Belgia
Menteri Pertahanan Belgia, Theo Francken, menyatakan secara tegas bahwa Belgia tidak akan memberikan dukungan militer kepada AS dan Israel dalam serangan mereka terhadap Iran. Pernyataan tersebut disampaikan dalam rapat komite parlemen Belgia yang membahas situasi konflik di Timur Tengah."Kami tidak akan melakukan itu," kata Francken, dikutip Anadolu Ajansi.
Pertanyaan dari para anggota parlemen muncul karena sebelumnya Francken sempat menyatakan bahwa Belgia sedang mempersiapkan kemungkinan dukungan militer di kawasan Timur Tengah.
Pernyataan tersebut menimbulkan kekhawatiran bahwa Belgia mungkin akan ikut terlibat dalam operasi militer yang dipimpin oleh AS dan Israel terhadap Iran. Oleh karena itu, para anggota parlemen meminta klarifikasi apakah Belgia telah menerima permintaan resmi untuk memberikan bantuan militer dalam konflik tersebut.
Francken menjelaskan bahwa hingga saat ini belum ada permintaan resmi yang diterima oleh pemerintah Belgia untuk ikut serta dalam operasi tersebut. Meski demikian, Francken tidak menutup kemungkinan bahwa permintaan bantuan militer dapat muncul di masa depan.
"Belum. Tetapi apakah kita akan menerimanya? Mungkin," jawab Francken.
4. Inggris
Presiden AS Donald Trump mengkritik keras Inggris dan Spanyol karena tidak memberikan dukungan penuh terhadap serangan militer AS dan Israel ke Iran.Dalam pernyataannya pada 3 Maret, Trump menyatakan kekecewaannya terhadap kedua negara tersebut. Terhadap Inggris, Trump mengungkapkan bahwa ia tidak puas dengan sikap pemerintah Inggris yang dipimpin Perdana Menteri Keir Starmer karena tidak ikut serta secara langsung dalam operasi militer melawan Iran.
Inggris selama ini dikenal sebagai sekutu utama Amerika Serikat dalam berbagai konflik besar, seperti Perang Dunia I dan II, serta perang di Irak dan Afghanistan. Namun dalam konflik terbaru ini, Inggris memilih tidak terlibat langsung dalam serangan.
Meski demikian, pemerintah Inggris tetap memberikan dukungan terbatas dengan mengizinkan pesawat tempur AS menggunakan dua pangkalan udara di Inggris dan di pangkalan gabungan AS–Inggris di Diego Garcia di Samudra Hindia, tetapi hanya untuk tujuan defensif yang terbatas.
"Butuh tiga, empat hari bagi kami untuk mencari tahu di mana kami bisa mendarat. Akan jauh lebih mudah mendarat di sana, daripada terbang berjam-jam ekstra," kata Trump seperti diberitakan CNA.
