4 Negara yang Kecam Serangan Israel-Amerika Serikat ke Iran selain Rusia & China - Tribunnews
4 Negara yang Kecam Serangan Israel-Amerika Serikat ke Iran selain Rusia & China
Sebanyak enam negara mengecam tindakan yang dilakukan Israel dan Amerika Serikat (AS) atas serangan yang dilakukan terhadap Iran.
TRIBUNJATIM.COM - Sejumlah negara mengecam tindakan yang dilakukan Israel dan Amerika Serikat (AS) atas serangan yang dilakukan terhadap Iran.
Israel dan AS menyerang sejumlah kota di Iran, termasuk Teheran, dalam operasi militer gabungan yang disebut sebagai 'Operasi Tempur Besar' pada Sabtu (28/2/2026).
Serangan tersebut terjadi di tengah negosiasi terkait program nuklir dan rudal balistik Iran setelah berminggu-minggu ancaman yang meningkat dari Washington, seperti dilansir dari Kompas.com.
Baca juga: Daftar 4 Nama Kandidat Pengganti Pemimpin Tertinggi Iran setelah Ali Khamenei Tewas, Sudah Disiapkan
Iran kemudian membalas dengan meluncurkan rudal ke Israel utara dan pangkalan militer AS di Timur Tengah.
Dalam pernyataannya, Trump mengatakan, tujuan operasi militer AS adalah untuk menghancurkan misil Iran dan meratakan industri misil mereka.
Ia menyebut, operasi tersebut serangan yang masif dan sedang berlangsung, dengan tujuan menghilangkan ancaman dari pemerintah Iran.
Lantas, negara mana saja yang mengecam tindakan Israel dan AS terhadap Iran?
Diambil dari berbagai sumber, berikut lembaga dan negara yang mengecam serangan Israel dan AS terhadap Iran.
1. Iran
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengecam serangan gabungan AS dan Israel sebagai tindakan yang sama sekali tidak beralasan, ilegal, dan tidak sah.
Dalam sebuah unggahan di akun media sosial X miliknya, ia mengatakan, tindakan AS dianggap lebih mengutamakan kepentingan Israel, alih-alih kepentingan AS sendiri sebagaimana slogan 'America First'.
"Netanyahu dan perang Trump terhadap Iran sepenuhnya tidak diprovokasi, ilegal, dan tidak sah. Trump telah mengubah ‘America First’ menjadi ‘Israel First’ yang selalu berarti ‘America Last’. Pasukan Bersenjata kami yang kuat siap untuk hari ini dan akan mengajarkan kepada para agresor pelajaran yang pantas mereka terima," tulis Araghchi, Sabtu (28/2/2026).
2. Rusia
Rusia sebagai sekutu Iran, mengutuk serangan tersebut dan mengatakan tindakan tersebut menyebabkan eskalasi dan berpotensi meluas.
"Agresi yang dialami Iran hari ini telah mengakibatkan eskalasi di kawasan itu dan dapat meluas jauh melampaui perbatasannya," kata Duta Besar Rusia, Vasily Nebenzia, dilansir dari BBC, Minggu (1/3/2026).
Sebelumnya, Moskow menyerukan kepada komunitas internasional dan menilai tindakan tersebut tidak bertanggung jawab dan bertujuan untuk merusak perdamaian, stabilitas, dan keamanan di Timur Tengah.
3. China
Kementerian Luar Negeri China menyatakan keprihatinan atas serangan AS-Israel terhadap Iran dan menyerukan gencatan senjata segera,
Ia juga mendesak semua pihak untuk menghindari eskalasi dan melanjutkan dialog serta negosiasi.
Dilansir dari Reuters, dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu, kementerian tersebut mengatakan bahwa kedaulatan, keamanan, dan integritas wilayah Iran harus dihormati.
Sementara itu, kantor berita Xinhua milik pemerintah China mengkritik serangan tersebut menyebutnya sebagai agresi kurang ajar terhadap negara berdaulat.
Xinhua mengatakan bahwa penggunaan paksaan militer oleh Washington merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap tujuan dan prinsip-prinsip Piagam PBB dan penyimpangan dari norma-norma dasar.
4. Oman
Menteri Luar Negeri Oman, Badr Albusaidi, pada Jumat (27/2/2026) menyampaikan optimisme bahwa perdamaian sudah dalam jangkauan saat Iran telah menyetujui untuk tidak pernah menimbun dan memperkaya uranium.
Dilansir dari Al Jazeera, Albusaidi menggambarkan perkembangan tersebut sebagai terobosan besar.
Namun beberapa jam kemudian, Israel dan AS menyerang yang membuat perundingan tersebut benar-benar telah berakhir.
Albusaidi menyatakan kekecewaan atas pecahnya kekerasan dan mendesak Washington untuk tidak semakin terseret lebih jauh ke dalam konflik tersebut.
"Saya merasa kecewa. Negosiasi yang aktif dan serius sekali lagi telah dirusak. Baik kepentingan Amerika Serikat maupun tujuan perdamaian dunia tidak dilayani dengan baik oleh hal ini. Dan saya berdoa untuk para korban tak bersalah yang akan menderita. Saya mendesak Amerika Serikat agar tidak semakin terseret lebih jauh. Ini bukan perang Anda," tulis Badr Albusaidi dalam unggahan X-nya, Sabtu (28/2/2026).
5. Pakistan
Wakil Perdana Menteri dan Menteri Luar Negeri Pakistan, Ishaq Dar, pada Sabtu mengutuk serangan Israel-AS terhadap Iran dan mengatakan serangan tersebut tidak beralasan.
Ia menyerukan penghentian segera konflik tersebut.
Dar menyampaikan pernyataan tersebut selama percakapan telepon dengan Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi, yang menghubungi pemimpin Pakistan itu setelah serangan terhadap Iran.
"Wakil Perdana Menteri/Menteri Luar Negeri Senator Mohammad Ishaq Dar menerima telepon dari Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi. Mereka meninjau situasi yang berkembang di Iran dan kawasan yang lebih luas. Wakil Perdana Menteri/Menteri Luar Negeri mengutuk keras serangan yang tidak beralasan terhadap Iran dan menyerukan penghentian segera eskalasi melalui dimulainya kembali diplomasi secara mendesak untuk mencapai resolusi damai dan melalui negosiasi atas krisis tersebut," kata Kementerian Luar Negeri Pakistan melalui unggahan X, dilansir dari Times of India, Sabtu.
6. Brasil
Pemerintah Brasil mengutuk serangan AS dan Israel dan menyatakan keprihatinan yang mendalam kepada Iran atas peristiwa tersebut.
"Serangan-serangan itu terjadi di tengah proses negosiasi antara pihak-pihak terkait, yang merupakan satu-satunya jalan yang layak menuju perdamaian, sebuah posisi yang secara tradisional dipertahankan oleh Brasil di kawasan tersebut," kata pemerintah dalam sebuah pernyataan, dilansir dari Reuters, Minggu.
Pemerintah Brasil juga mengimbau agar semua pihak menghormati hukum internasional dan menahan diri secara maksimal guna menghindari peningkatan permusuhan dan melindungi warga sipil.