0
News
    Home Featured Kesehatan Pneumonia Spesial

    6 Gejala Batuk yang Disebabkan Pneumonia dan Cara Mengobatinya - SindoNews

    7 min read

     

    6 Gejala Batuk yang Disebabkan Pneumonia dan Cara Mengobatinya


    Makin mudah baca berita nasional dan internasional.

    Selasa, 19 November 2024 - 07:00 WIB

    Ada beberapa gejala batuk yang disebabkan oleh pneumonia yang harus diwaspadai. Pneumonia adalah infeksi yang menyerang paru-paru dan dapat disebabkan bakteri. Foto/Getty Images

    JAKARTA - Ada beberapa gejala batuk yang disebabkan oleh pneumonia yang harus diwaspadai. Pneumonia adalah infeksi yang menyerang paru-paru dan dapat disebabkan oleh bakteri, virus, atau jamur.

    Salah satu gejala utama pneumonia adalah batuk. Kantung udara dapat terisi cairan atau nanah, yang menyebabkan batuk berdahak atau bernanah, demam, menggigil, dan kesulitan bernapas.

    Berbagai organisme, termasuk bakteri, virus, dan jamur, dapat menyebabkan pneumonia. Namun, batuk akibat pneumonia memiliki ciri khas tertentu yang perlu dikenali agar dapat segera ditangani dengan tepat.

    Berikut adalah gejala batuk yang disebabkan oleh pneumonia dilansir dari Mayo Clinic, Selasa (19/11/2024).

    Baca Juga: 6 Gejala Batuk yang Disebabkan Pneumonia dan Cara Mengobatinya

    6 Gejala Batuk yang Disebabkan Pneumonia


    1. Batuk Berdahak Berwarna

    Pada pneumonia, batuk sering kali disertai dahak yang berwarna kuning, hijau, atau bahkan bercampur darah. Warna dahak ini muncul karena adanya infeksi dan peradangan pada jaringan paru-paru. Jika Anda mengalami batuk seperti ini dalam waktu yang lama, segera konsultasikan ke dokter.

    2. Batuk yang Disertai Sesak Napas

    Pneumonia menyebabkan peradangan di paru-paru sehingga mengganggu pertukaran oksigen. Akibatnya, penderitanya dapat mengalami sesak napas, terutama saat batuk. Hal ini menandakan bahwa infeksi telah memengaruhi fungsi paru-paru secara signifikan.

    3. Batuk Disertai Nyeri Dada

    Batuk yang terjadi pada penderita pneumonia sering kali menyebabkan nyeri dada, terutama saat batuk atau bernapas dalam. Nyeri ini muncul akibat peradangan pada pleura, selaput pelindung paru-paru. Jika nyeri dada ini semakin parah, penting untuk segera mendapatkan penanganan medis.

    4. Batuk Berlangsung Lama

    Batuk akibat pneumonia cenderung berlangsung lebih dari dua minggu dan tidak membaik meskipun telah mengonsumsi obat batuk biasa. Hal ini menunjukkan bahwa penyebab batuk adalah infeksi serius yang memerlukan antibiotik atau perawatan medis lainnya.

    5. Batuk yang Disertai Demam Tinggi

    Pneumonia sering kali menyebabkan demam tinggi yang disertai menggigil. Batuk yang muncul bersamaan dengan demam tinggi, lemas, dan berkeringat di malam hari merupakan tanda yang perlu diwaspadai karena menunjukkan tubuh sedang melawan infeksi berat.

    Baca Juga: Ini Kebiasaan yang Bikin Pneumonia Menyerang Anak, Tidak Disadari Orang Tua

    6. Batuk yang Memengaruhi Aktivitas Sehari-hari

    Batuk pada penderita pneumonia cenderung melemahkan tubuh sehingga memengaruhi aktivitas sehari-hari. Penderita mungkin merasa kelelahan, kehilangan nafsu makan, dan sulit berkonsentrasi.

    Cara Mendiagnosis dan Mengobati Pneumonia

    Jika Anda mengalami gejala-gejala tersebut, dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan fisik, seperti mendengarkan suara paru-paru menggunakan stetoskop. Pemeriksaan penunjang seperti rontgen dada, tes darah, atau kultur dahak juga dapat dilakukan untuk memastikan diagnosis.

    Pengobatan pneumonia tergantung pada penyebabnya. Jika disebabkan oleh bakteri, antibiotik akan diberikan. Pneumonia akibat virus biasanya diobati dengan istirahat dan obat antivirus jika diperlukan. Penting untuk minum cukup cairan, menjaga pola makan sehat, dan menghindari aktivitas berat selama masa pemulihan.

    Pencegahan Pneumonia

    Beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan meliputi:

    1. Vaksinasi

    Vaksin pneumonia dan influenza dapat mengurangi risiko terkena infeksi paru-paru.

    2. Menjaga Kebersihan

    Cuci tangan secara rutin dan hindari kontak langsung dengan orang yang sedang sakit.

    3. Gaya Hidup Sehat

    Konsumsi makanan bergizi, olahraga teratur, dan hindari merokok untuk menjaga kesehatan paru-paru.

    Baca Juga: Orang Tua Tak Perlu Panik Anak Terkena Pneumonia, Begini Cara Mengatasinya

    (dra)

    wa-channel

    Follow WhatsApp Channel SINDOnews untuk Berita Terbaru Setiap Hari

    Follow

    Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!

    Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya

    Infografis

    Profil Sarifah Suraidah...

    Profil Sarifah Suraidah Istri Gubernur Kaltim yang Viral di Tengah Polemik Pengadaan Mobdin Rp8,5 Miliar

    Komentar
    Additional JS