Amunisi Tandan Iran Disebut Tembus Pertahanan Israel, Sebar Bom ke Banyak Titik - Serambinews
Amunisi Tandan Iran Disebut Tembus Pertahanan Israel, Sebar Bom ke Banyak Titik - Serambinews.com
Amunisi Tandan Iran Disebut Tembus Pertahanan Israel, Sebar Bom ke Banyak Titik
SERAMBINEWS.COM- Penggunaan amunisi tandan oleh Iran dalam konflik dengan Israel kembali menjadi sorotan dunia.
Dikutip dari Al Jazeera (24/3/2026), senjata ini dinilai memiliki dampak luas dan berbahaya, terutama bagi warga sipil.
Amunisi tandan atau hulu ledak kluster merupakan jenis senjata yang tidak hanya meledakkan satu bom besar.
Sebaliknya, senjata ini menyebarkan puluhan hingga puluhan bom kecil atau “bomblet” ke area yang luas.
Menurut para analis militer, ketika rudal mendekati target, bagian ujungnya akan terbuka dan melepaskan bom-bom kecil tersebut ke udara.
Bom-bom ini kemudian jatuh secara menyebar dan dapat menghantam banyak titik sekaligus.
Baca juga: Trump Usul Perundingan Damai, Pengamat: AS Mulai Ragu Menang Lawan Iran
Hal inilah yang membuat amunisi tandan lebih sulit dicegat oleh sistem pertahanan udara seperti milik Israel.
Rekomendasi Untuk Anda
Untuk menghentikannya, rudal harus dihancurkan sebelum muatan kluster terbuka di udara.
Jika sudah terlanjur terbuka, ancaman berubah dari satu titik menjadi banyak titik serangan sekaligus.
Kondisi ini membuat sistem pertahanan menjadi kewalahan.
Dalam konflik terbaru, Iran dilaporkan menggunakan rudal dengan hulu ledak kluster sebagai bentuk balasan atas serangan Israel.
Serangan tersebut menyebabkan korban jiwa dan kerusakan di wilayah tengah Israel, termasuk area sekitar Tel Aviv.
Baca juga: Minyak Dunia Tembus 100 Dolar! Iran Sebut Klaim Trump Hoaks, Ancaman Energi Global Makin Ganas
Program rudal Iran sendiri dikenal sebagai salah satu yang terbesar di kawasan Timur Tengah.
Beberapa rudal yang diduga mampu membawa hulu ledak kluster antara lain Shahab-3, Emad, Ghadr-1, hingga Sejjil dan Khorramshahr.
Selain itu, Iran juga memiliki rudal generasi baru seperti Kheibar Shekan dan Haj Qassem.
Rudal-rudal ini dirancang untuk menjangkau target jarak menengah hingga jauh dengan daya hancur tinggi.
Para analis menyebut penggunaan amunisi tandan memberikan efek besar, tidak hanya secara militer tetapi juga psikologis.
Satu rudal saja dapat menghasilkan banyak ledakan di berbagai titik, menimbulkan kepanikan luas di kalangan warga sipil.
Selain itu, tidak semua bom kecil yang disebarkan akan langsung meledak.
Baca juga: Pentagon Pertimbangkan Pengerahan Pasukan Lintas Udara ke Iran, Targetkan Pulau Kharg
Sebagian dapat tertinggal sebagai bom aktif di tanah dan berpotensi meledak di kemudian hari.
Inilah yang membuat amunisi tandan sangat berbahaya dalam jangka panjang.
Data internasional menunjukkan sebagian besar korban dari senjata ini adalah warga sipil.
Penggunaannya sendiri masih menjadi perdebatan global.
Lebih dari 100 negara telah melarang amunisi tandan melalui konvensi internasional.
Baca juga: Minyak Dunia Tembus 100 Dolar! Iran Sebut Klaim Trump Hoaks, Ancaman Energi Global Makin Ganas
Namun, beberapa negara besar termasuk Amerika Serikat, Iran, dan Israel tidak termasuk dalam perjanjian tersebut.
Hal ini membuat penggunaan senjata tersebut masih terjadi dalam konflik modern.
Dalam situasi konflik yang terus memanas, penggunaan amunisi tandan dinilai dapat memperburuk dampak kemanusiaan.
Jika digunakan di wilayah padat penduduk, risikonya terhadap warga sipil menjadi jauh lebih besar.
Kondisi ini menunjukkan bahwa selain meningkatkan daya hancur, senjata tersebut juga membawa ancaman jangka panjang yang sulit dikendalikan.
Baca juga: Profil Mohammad Bagher Ghalibaf, Diduga Diincar Trump untuk Pimpin Iran
(Serambinews.com/Sri Anggun Oktaviana)