0
News
    Home Berita Dunia Internasional Featured IRGC Konflik Timur Tengah Spesial

    Azis Nasirzadeh Tewas, Presiden Iran Tunjuk Jenderal IRGC Majid Ebnelreza Jadi Menhan Sementara - Tribunnews

    9 min read

     

    Azis Nasirzadeh Tewas, Presiden Iran Tunjuk Jenderal IRGC Majid Ebnelreza Jadi Menhan Sementara

    Presiden Iran menunjuk pimpinan IRGC untuk menjadi Menteri Pertahanan. Pasalnya, menteri sebelumnya tewas dalam serangan AS-Israel.

    Ringkasan Berita:

    TRIBUNNEWS.COM - Presiden IranMasoud Pezeshkian, menunjuk salah satu pimpinan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Majid Ebnelreza sebagai Menteri Pertahanan sementara.

    Penunjukan ini menyusul Menteri Pertahanan Iran sebelumnya, Azis Nasirzadeh, tewas dalam serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel pada Sabtu (28/2/2026).

    "Atas perintah Presiden Masoud Pezeshkian, Jenderal Korps Garda Revolusi Majid Ebnelreza telah ditunjuk sebagai Menteri Pertahanan sementara," kata Wakil Menteri Komunikasi Kepresidenan Iran, Mehdi Tabatabaei dalam keterangannya di X, Senin (2/3/2026).

    Diketahui, Aziz dinyatakan tewas bersama dengan Kepala Staf Angkatan Darat Iran, Rahm Mousavi.

    Selain itu, meninggalnya mereka turut terjadi terhadap Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei serta komandan tertinggi IRGC, Mohammad Pakpour.

    Baca juga: Perang Iran Vs AS-Israel Dikhawatirkan Picu Krisis Energi, Dampaknya Bisa Hantam Indonesia

    Media IranIRNA juga melaporkan bahwa lebih banyak komandan angkatan bersenjata juga tewas buntut serangan AS dan Israel tersebut.

    Di sisi lain, pada Senin hari ini, militer Israel atau IDF mengeklaim telah membunuh dua pimpinan intelijen Iran yaitu Sayed Yahya Hamidi dan Jalal Pour Hossein.

    Menurut IDF, Sayed Yahya Hamidi merupakan Wakil Menteri Intelijen Urusan Israel.

    "Sayed Yahya Hamidi yang memimpin aktivitas serangan yang menargetkan Yahudi, aktor Barat, dan lawan rezim di Iran dan luar negeri," demikian keterangan IDF.

    Sementara, Jalal Pour Hossein, merupakan Kepala Divisi Mata-Mata Kementerian Intelijen Iran.

    Namun, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah maupun media Iran terkait klaim dari IDF tersebut.

    IDF juga mengeklaim telah menyerang markas besar kementerian di ibu kota Iran, Tehran.

    "Angkatan Udara Israel (IAF) juga menyerang markas besar kementerian di Tehran," katanya.

    Baca juga: Konflik AS-Iran Berdampak ke Indonesia, BRIN: Politik Bebas Aktif Indonesia Akan Diuji

    Trump Klaim 48 Pimpinan Iran Tewas, Perang Berlanjut 4-5 Pekan

    Sebelumnya, Presiden AS, Donald Trump mengeklaim 48 pimpinan Iran tewas dalam serangan bersama sekutunya Israel ke negara tersebut.

    Trump menyebut serangan ini sebagai 'kesuksesan.

    "Tidak ada yang percaya dengan kesuksesan yang kita raih, sebanyak 48 pempimpin telah tewas dalam satu serangan. Dan ini berlangsung dengan cepat," kata Trump ketika diwawancarai oleh Fox News.

    Ia mengakui bahwa serangan ke Iran memang bertujuan untuk membunuh seluruh pimpinan Iran dan menghancurkan militer di negara tersebut.

    Trump juga mengeklaim pasca serangan dilakukan, situasi di Iran 'sangat positif'.

    "Kita melakukan pekerjaan kita bukan hanya untuk kita, tetapi untuk dunia. Dan semuanya berjalan lebih cepat dari jadwal," ucap Trump dalam wawancara terpisah dengan media AS lainnya, CNBC.

    Trump juga menyebutkan bahwa serangan yang telah dilakukan bakal memperpanjang perang dengan Iran 'antara empat sampai lima pekan ke depan'.

    Baca juga: Suasana Terkini Makkah, Madinah dan Jeddah saat Perang Iran VS AS-Israel

    Dia juga menegaskan bahwa AS dan Israel tidak bakal sulit untuk mempertahankan intensitas perang meski dirinya juga memperingatkan kemungkinan jatuhnya korban jiwa di pihak negaranya.

    "Ya kami bermaksud (menyerang Iran) empat hingga lima pekan. Itu tidak akan sulit," katanya ketika diwawancarai via sambungan telepon oleh New York Times.

    Trump jumawa bahwa negaranya memiliki cadangan amunisi dan senjata tempur terbesar di dunia dan berada di berbagai negara.

    "Kami memiliki amunisi dalam jumlah besar. Anda tahu, kami memiliki amunisi yang disimpan di seluruh dunia di berbagai negara," tegasnya.

    (Tribunnews.com/Yohanes Liestyo Poerwoto)


    Komentar
    Additional JS